Harga Minyak Dunia Anjlok 17 Persen! Efek Kejut Gencatan Senjata AS-Iran Hari Ini
📅 Rabu, 08 Apr 2026, 15:22 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga dua digit setelah kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran diumumkan. Sentimen pasar langsung berubah drastis karena meredanya ketegangan geopolitik yang sebelumnya menekan pasokan energi global.
Penurunan ini terjadi dalam perdagangan Rabu pagi dan menjadi salah satu koreksi terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Investor merespons positif kesepakatan tersebut karena dinilai mampu menekan risiko gangguan distribusi minyak dunia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran. Kesepakatan ini juga mencakup komitmen Iran untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Langkah tersebut dianggap krusial mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia. Stabilitas di kawasan ini sangat berpengaruh terhadap harga minyak global.
Pada perdagangan pukul 00.17, harga minyak mentah Brent berjangka Juni tercatat turun 12,6 persen. Harga tersebut berada di level 91,92 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,56 juta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penurunan ini menjadi yang pertama kalinya sejak 23 Maret Brent kembali berada di bawah level 92 dolar AS. Hal ini menunjukkan perubahan signifikan terhadap persepsi risiko di pasar energi global.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka Mei juga mengalami penurunan lebih dalam. WTI tercatat anjlok hingga 16,6 persen ke level 94,10 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,6 juta.
Koreksi tajam pada kedua acuan harga minyak ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap membaiknya pasokan global. Ketegangan yang mereda membuat potensi gangguan produksi dan distribusi menjadi jauh lebih kecil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, konflik antara Amerika Serikat dan Iran sempat memicu kekhawatiran serius di pasar energi. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak naik karena adanya risiko penutupan jalur distribusi strategis.
Namun, dengan adanya gencatan senjata ini, pasar melihat peluang stabilitas yang lebih besar dalam jangka pendek. Hal ini langsung tercermin dalam aksi jual besar-besaran di pasar minyak.
Selain faktor geopolitik, pergerakan harga minyak juga dipengaruhi oleh ekspektasi permintaan global. Dengan kondisi ekonomi yang masih fluktuatif, pasar cenderung sensitif terhadap setiap perkembangan baru.
Kesepakatan antara kedua negara juga memberi sinyal positif bagi perdagangan internasional. Keamanan jalur distribusi energi menjadi faktor utama yang mempengaruhi sentimen investor global.
Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan lanjutan dari kesepakatan tersebut. Jika gencatan senjata tidak berlanjut, potensi volatilitas harga minyak tetap terbuka.
Analis menilai penurunan tajam ini bisa menjadi momentum koreksi setelah sebelumnya harga sempat mengalami kenaikan signifikan. Pergerakan harga ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas geopolitik dan dinamika permintaan energi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!