Ekonomi Digital Tak Bisa Stagnan! Airlangga Dorong Inovasi Tanpa Henti
📅 Rabu, 08 Apr 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu, ekonomi digital di Asia Tenggara juga mengalami peningkatan pendapatan dari berbagai aplikasi berbasis AI di Indonesia. Airlangga menilai, hal tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar AI paling potensial di Asia.
Meski menawarkan peluang besar, perkembangan dan adopsi teknologi turut mendorong pergeseran kebutuhan tenaga kerja.
Laporan World Economic Forum mencatat bahwa sekitar 22 persen jenis pekerjaan diproyeksikan akan mengalami perubahan dalam beberapa tahun ke depan.
Untuk itu, Airlangga memandang ketersediaan talenta digital yang adaptif serta mampu berinovasi menjadi kunci dalam memastikan transformasi digital dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah terus memperkuat kesiapan nasional melalui berbagai inisiatif, termasuk kolaborasi dengan Arm Holdings dalam pengembangan kapasitas teknologi, yang pada tahun ini menargetkan pelatihan bagi 15.000 talenta di bidang AI.
Pada skala regional, Indonesia juga telah menginisiasi penyusunan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) sebagai fondasi penguatan ekonomi digital kawasan.
"Saya berharap pada 2026, di bawah kepemimpinan Filipina, hal ini (ASEAN DEFA) dapat ditandatangani. Jika dapat ditandatangani, maka peluang ekonomi digital global akan meningkat dari 1 triliun dolar menjadi 2 triliun dolar pada 2030," kata Airlangga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!