Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Soal Baliho Film 'Aku Harus Mati', Pramono Tegaskan Iklan Sensitif, Jangan Terulang!

📅 Senin, 06 Apr 2026, 12:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Soal Baliho Film 'Aku Harus Mati', Pramono Tegaskan Iklan Sensitif, Jangan Terulang! Doc: ANTARA
Ket. Gubernur DKI Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, angkat bicara terkait penurunan baliho film “Aku Harus Mati” yang dinilai sensitif bagi masyarakat, terutama bagi pengidap depresi dan gangguan kejiwaan.

Menurutnya, pemasangan materi iklan yang sensitif tidak boleh terulang kembali karena dapat mengganggu masyarakat.

“Yang seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif, dan ini berdampak bagi masyarakat, maka ini tidak boleh terulang kembali,” kata Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Senin (6/4).

Pramono menyebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) DKI Jakarta terkait hal tersebut.

Tak hanya itu, Pramono mengatakan dirinya sudah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menurunkan baliho tersebut.

“Saya sudah mendapatkan laporan dari wakil koordinator staf khusus dan Kepala Dinas Diskominfotik. Kemudian di lapangannya kami sudah melakukan koordinasi dengan KPI DKI Jakarta dan Satpol PP, termasuk biro iklan, baliho tersebut sudah kami turunkan,” jelas Pramono.

Sebelumnya, Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan biro reklame yang menayangkan iklan tersebut. Hasilnya, billboard film tersebut diturunkan.

Produser film "Aku Harus Mati" Iwet Ramadhan memberikan klarifikasi penurunan materi iklan tersebut bukan karena adanya tekanan namun memang sudah sesuai dengan jadwal strategi pemasaran yang telah disusun.

Meskipun billboard tersebut menuai respons beragam, pihak rumah produksi menegaskan bahwa mereka tetap memegang teguh aturan yang berlaku.

Iwet menyatakan seluruh materi promosi termasuk desain billboard yang kontroversial, telah melewati proses penilaian resmi dari lembaga pemerintah sebelum dipasang ke publik.

Diketahui film yang ditulis oleh Aroe Ama ini bercerita tentang kisah Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik.

Demi mengejar kemewahan, ia terjerumus dalam lingkaran utang pinjaman online dan paylater. Dalam keputusasaan, Mala kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan dan bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...

Dibayangi Gejolak Minyak - 07 Oktober 2026

38 menit yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Dibayangi Gejolak Minyak - ...

Yusuf Susilo Hartono Pamerkan Tubuh Urban

1 jam lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Yusuf Susilo Hartono Pamerk...
Advertisement
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.