Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kekeringan Melanda 4.248 Hektare Sawah Karawang, Pemkab Dorong Perbaikan Embung

28 Rabu, 07 Okt 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kekeringan Melanda 4.248 Hektare Sawah Karawang, Pemkab Dorong Perbaikan Embung Kekeringan Melanda 4.248 Hektare Sawah Karawang, Pemkab Dorong Perbaikan Embung Doc: Antara
Ket. Bupati Karawang Aep Syaepuloh.

Karawang - Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan perbaikan embung dan normalisasi saluran irigasi sekunder diperlukan untuk mengatasi kekeringan yang melanda areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dan PJT (Perum Jasa Tirta) II Jatiluhur dalam penanganan kekeringan areal sawah di wilayah utara Karawang,” kata Aep di Karawang, Selasa (6/10).

Ia mengatakan penanganan kekeringan di wilayah selatan Karawang membutuhkan langkah jangka panjang melalui optimalisasi embung yang mengalami pendangkalan.

Menurut Aep, penanganan kekeringan perlu segera dilakukan untuk menjaga produktivitas padi sekaligus mengurangi dampak terhadap areal persawahan.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang, hingga akhir September 2026 terdapat 4.248 hektare sawah yang terdampak kekeringan.

Areal persawahan yang terdampak tersebut tersebar di Kecamatan Cilamaya Wetan, Telagasari, Jayakerta, Pedes, Pakisjaya, Kutawaluya, Cilebar, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, dan Pangkalan.

Sementara itu, Kepala BBWS Citarum Mochammad Dian Al Ma’ruf mengatakan kekeringan di wilayah utara Karawang terjadi karena sejumlah area tidak terjangkau jaringan irigasi teknis.

Selain itu, beberapa titik saluran mengalami kerusakan infrastruktur, sedangkan sebagian lahan terdampak pergeseran waktu tanam.

“Total potensi lahan yang terdampak kekeringan di Pakisjaya tersebar di tiga desa, yaitu Desa Solokan, Desa Telukjaya, dan Desa Tanahbaru,” kata Dian dalam keterangannya.

Untuk menangani kondisi tersebut, BBWS Citarum mengoperasikan 20 unit pompa dengan kapasitas sekitar 40-80 liter per detik.

Pompa tersebut digunakan untuk mengambil air dari Sungai Citarum karena wilayah itu tidak memiliki sumber air lain dan berbatasan dengan kawasan air asin.

Selain pemompaan, BBWS Citarum melakukan normalisasi saluran irigasi di sejumlah titik yang menghambat aliran air.

Kegiatan normalisasi dan pemompaan yang dilakukan sejak 19 Agustus hingga 28 September 2026 telah membantu mengairi sekitar 400 hektare sawah.

“Dari total 1.150 hektare lahan terdampak di Pakisjaya, upaya penanganan telah berhasil mengairi dan menyelamatkan sekitar 400 hektare, baik untuk tanaman yang sudah tumbuh maupun lahan yang bersiap untuk ditanam,” kata Dian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Nasional
Audiensi Menkomdigi-Kapolri
Nasional
52 Persen BUMN Bebani Keuan...
Luar Negeri
Russia-Ukraina Berlakukan G...
Luar Negeri
Utusan Asean Kunjungi Myanm...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.