Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

CKG Jadi Bantalan Perlindungan Kesehatan bagi Masyarakat di Tengah Penurunan Gaya Hidup

7 Rabu, 07 Okt 2026, 06:57 WIB | Oleh:
CKG Jadi Bantalan Perlindungan Kesehatan bagi Masyarakat di Tengah Penurunan Gaya Hidup CKG Jadi Bantalan Perlindungan Kesehatan bagi Masyarakat di Tengah Penurunan Gaya Hidup Doc: antara foto
Ket. Pemeriksaan kesehatan gigi.

JAKARTA - Health Collaborative Center (HCC) menyebut program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi pemerintah menjadi bantalan perlindungan kesehatan utama bagi masyarakat yang tengah melakukan penyesuaian anggaran di tengah fenomena penurunan gaya hidup.

Praktisi Kesehatan Masyarakat dari HCC dr. Ray Wagiu Basrowi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/10), mengatakan bahwa sebagaimana namanya, program CKG hadir sebagai solusi strategis agar masyarakat tetap mendapat jaminan deteksi dini penyakit tanpa perlu menambah beban biaya rumah tangga.

"Kalau biaya menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan, manfaatkan CKG. Sudah gratis, sayang sekali jika tidak digunakan. Datanglah sebelum sakit, bukan setelah penyakit menimbulkan komplikasi," kata dia.

Ray menekankan bahwa keberadaan layanan CKG menjadi pintu masuk yang sangat krusial untuk menjaring berbagai faktor risiko penyakit tidak menular yang kerap berkembang tanpa gejala klinis.

Penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, anemia, serta gangguan fungsi organ sering kali tidak disadari oleh warga yang merasa kondisinya tetap bugar dan beraktivitas normal harian.

Melalui pemanfaatan fasilitas pemeriksaan gratis tersebut menurut dia, masyarakat dapat mengetahui profil risiko kesehatannya sejak dini tanpa harus mengorbankan alokasi kebutuhan pokok lainnya.

Program ini selaras dengan hasil studi terbaru dari HCC yang menunjukkan hampir 60 persen anak muda usia di bawah 40 tahun memilih swadiagnosis terlebih dahulu ketika mengalami keluhan kesehatan, dan tidak langsung berkonsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan.

Penelitian itu dilakukan pada Maret-Mei 2026 melalui pendekatan mixed-method yang melibatkan survei terhadap 448 responden urban dari berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.

Pihaknya menemukan bahwa mesin pencari berbasis AI menjadi sumber utama swadiagnosis, diikuti situs kesehatan dan konten digital lainnya. Keluhan yang paling sering dicari berkaitan dengan gangguan pernafasan dan kardiovaskular, pencernaan, hingga masalah psikologis.

Yang menjadi perhatian, kata dia, studi ini juga menemukan bahwa ternyata 36 persen responden langsung melakukan swamedikasi atau mengobati diri sendiri tanpa ke dokter, serta 27 persen mengabaikan resep dokter karena bertentangan dengan informasi internet.

"Silakan downgrade gengsi, hiburan, atau barang yang tidak mendesak. Tetapi jangan ikut menurunkan perlindungan terhadap kesehatan. Manfaatkan CKG, kenali risiko sejak dini, dan jangan menunggu tubuh mengirimkan tagihan dalam bentuk penyakit," kata Ray, yang juga dosen di Program Magister Kedokteran Kerja, Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mengkhawatirkan! Kasus Camp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.