Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Penularan TBC, Pemerintah Renovasi 2.000 Rumah

📅 Senin, 06 Apr 2026, 13:17 WIB | Oleh:
Atasi Penularan TBC, Pemerintah Renovasi 2.000 Rumah Doc: ist
Ket. perlu diperbaiki

JAKARTA – Guna mengantisipasi penularan penyakit TBC, pemerintah akan memperbaiki 2.000 rumah. Renovasi akan dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sepanjang tahun ini dengan kolaborasi lintas sektor seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan TBC banyak ditemukan pada warga yang terdaftar di Desil 1-4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni orang-orang yang menerima bantuan.

Wamenkes Benny menilai rumah-rumah tidak layak milik orang tidak mampu harus diperhatikan, karena ventilasi yang tidak bagus dapat menyebabkan kuman TBC mengendap selama berbulan-bulan.

"Tahu ya, kuman tuberkulosis itu kalau di udara kena matahari 15 menit 30 menit sudah mati kuman. Tapi di rumah yang tidak ada ventilasinya, yang ventilasinya nggak bagus, nggak ada sinar matahari masuk, oksigen nggak bisa lewat bagus. Kuman tuberkulosis bisa tahan berbulan-bulan di kamar itu, di rumah itu," kata Wamenkes di Jakarta, Senin.

Bersama Kementerian PKP, pihaknya akan membahas tentang teknis renovasi rumah, seperti persyaratan misalnya rumah milik sendiri dan bukan mengontrak.

Untuk 2026 pihaknya dibantu renovasi untuk 2.000 rumah, yang diprioritaskan untuk desil paling membutuhkan, seperti Desil 1-2.

"Pokoknya yang paling membutuhkan kita yang diutamakan, sehingga kali ini kita punya berhasil, tahun depan kami ingin minta tambah lagi, boleh 10 ribu rumah. Jadi itu bertingkat dari Kementerian PKP punya anggaran," kata Wamenkes Benny.

Pihaknya sudah menyerahkan data 3.000 rumah yang dapat direnovasi. Dalam inisiatif renovasi ini, kata dia, kedua kementerian juga berkolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

Menurutnya, TBC bukanlah penyakit yang dapat diatasi hanya oleh satu kementerian, melainkan harus berkolaborasi dengan pihak lain. Sebab, katanya, TBC identik dengan masalah sosial, seperti kemiskinan dan kekumuhan.

Pihaknya juga mengeratkan kolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena kementerian tersebut memiliki wewenang atas rumah sakit di daerah dan puskesmas.

Eliminasi TBC merupakan salah satu program hasil terbaik cepat Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.