Di Tengah Krisis Global, IEA Ajak Dunia Lebih Efisien Pakai Energi Biar Lebih Tahan Banting
📅 Jumat, 03 Apr 2026, 22:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Ngomongin penghematan energi itu sebenarnya nggak harus ribet. Justru dimulai dari hal-hal kecil yang sering kita anggap sepele. Misalnya, matikan lampu saat ruangan nggak dipakai, cabut charger yang masih nempel, atau atur penggunaan AC supaya nggak terlalu dingin.
Kebiasaan sederhana ini kalau dilakukan rutin bisa berdampak besar, baik buat tagihan listrik maupun lingkungan. Selain lebih hemat, kita juga ikut berkontribusi mengurangi beban energi secara keseluruhan.
Intinya, hemat energi itu bukan soal berkorban besar, tapi soal lebih sadar dalam penggunaan sehari-hari. Sedikit perubahan, tapi manfaatnya bisa terasa dalam jangka panjang.
Badan Energi Internasional (International Energy Agency/ IEA) mendukung langkah-langkah pemerintah mengajak masyarakat melakukan penghematan konsumsi energi demi menjaga kestabilan pasokan di tengah krisis energi global akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
“Hemat energi itu bukan soal perubahan besar yang sulit dilakukan, melainkan kebiasaan kecil yang konsisten,” tulis IEA dalam laman resminya yang dikutip dari Jakarta, Jumat (3/4).
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun kebiasaan kecil tersebut meliputi mematikan AC saat tidak digunakan, memastikan pintu dan jendela tertutup rapat ketika menyalakan AC, hingga menggunakan tirai tebal untuk menjaga suhu di dalam ruangan tetap stabil.
Lebih lanjut, IEA juga menyarankan untuk mengganti lampu lama dengan LED, mengatur pemanas air sesuai kebutuhan dengan tidak membiarkannya menyala sepanjang hari, hingga berkendara dengan bijak.
“Berkendara dengan stabil, tidak ngebut, dan menghindari akselerasi mendadak bisa membuat bahan bakar lebih awet,” tulis IEA.
Sebaiknya Anda baca juga:
IEA juga menyarankan masyarakat untuk mengandalkan transportasi umum, menggunakan sepeda, atau berjalan kaki apabila memungkinkan.
Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3), Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun mengajak masyarakat untuk mulai menjalankan kebiasaan hemat energi, baik itu di rumah maupun di tempat kerja.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan mulai memprioritaskan transportasi publik untuk melakukan aktivitas keseharian ketimbang kendaraan pribadi.
Sejumlah negara lain telah mengumumkan kebijakan penghematan energi sebagai respons atas ketidakpastian global.
Thailand misalnya, meminta pegawai negeri bekerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar, membatasi penggunaan lift dan eskalator, serta mengatur suhu pendingin ruangan di kisaran 26–27 derajat Celsius.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!