Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulu Tangkis Bisa Apa di Kejuaraan Asia dan Thomas Cup

📅 Kamis, 02 Apr 2026, 06:41 WIB | Oleh:
Bulu Tangkis Bisa Apa di Kejuaraan Asia dan Thomas Cup Doc: PP PBSI
Ket. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie saat tampil di India Open 2026, di New Delhi, 17 Januari 2026.

JAKARTA - Tim bulu tangkis Indonesia memasuki bulan April 2026 dengan beban besar. Dalam rentang kurang dari tiga pekan, para pemain bulu tangkis Indonesia harus menjalani dua turnamen bergengsi, Kejuaraan Asia dan Thomas - Uber Cup, yang akan menjadi tolok ukur kesiapan menghadapi persaingan elite dunia.

Berdasarkan kalender Badminton World Federation, Kejuaraan Asia lebih dulu digelar di Ningbo, Tiongkok, pada tanggal 7-12 April. Setelah itu, tim langsung bergerak ke Horsens, Denmark, untuk tampil di ajang beregu paling prestisius pada tanggal 24 April hingga 3 Mei. Jarak waktu yang hanya 12 hari menuntut kesiapan fisik dan mental maksimal dari para atlet.

Kejuaraan Asia menjadi panggung penting untuk mengembalikan konsistensi prestasi. Sejak edisi 2022, Indonesia dikenal stabil meraih gelar, namun tren itu terhenti tahun lalu ketika capaian terbaik hanya semifinal di sektor ganda putra dan ganda campuran.

Untuk memperbaiki hasil, Indonesia menurunkan 17 wakil di lima sektor, termasuk tiga nama dari jalur nonpelatnas seperti Jonatan Christie, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, serta Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti.

Fokus berikutnya tertuju pada perburuan kembali supremasi beregu. Di Piala Thomas, Indonesia terakhir kali juara pada edisi 2020 (digelar 2021). Dua edisi setelahnya berakhir pahit: runner-up usai kalah dari India (2022) dan Tiongkok (2024). Hasil undian menempatkan Indonesia di Grup B bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair, grup yang menuntut kewaspadaan tinggi.

Thailand hadir dengan kekuatan tunggal melalui Kunlavut Vitidsarn serta kedalaman ganda. Sedangkan Prancis mengandalkan talenta seperti Christo Popov dan Toma Junior Popov. Indonesia diperkirakan menurunkan komposisi terbaik, termasuk Jonatan Christie, Alwi Farhan, hingga Moh Zaki Ubadillah untuk mengamankan tiket ke fase gugur.

Di sektor putri, peluang relatif lebih terbuka. Indonesia tergabung di Grup C Piala Uber dan dinilai memiliki jalur lebih mulus untuk melaju. Meski demikian, bayang-bayang paceklik gelar sejak 1996 masih menjadi pekerjaan rumah besar. Terakhir kali juara, Indonesia menaklukkan Tiongkok 4-1 di Hong Kong, sebuah kenangan yang kini ingin dihidupkan kembali. Kira-kira bisa apa para pemain bulu tangkis Indonesia di Kejuaraan Asia, Thomas Cup, dan Uber Cup? ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.