Presiden Prabowo & Presiden Korsel Lee Jae Myung Sepakati Duet Maut Big Data RI dan AI
📅 Rabu, 01 Apr 2026, 21:24 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) memasuki babak baru setelah Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korsel Lee Jae Myung meresmikan status Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus di Blue House, Seoul, Rabu (1/4).
Dalam pertemuan bilateral yang produktif tersebut, kedua pemimpin menyepakati integrasi teknologi mutakhir, mulai dari penguatan industri manufaktur militer dan galangan kapal hingga kolaborasi inovatif antara big data Indonesia dengan kecerdasan buatan (AI) milik Korea Selatan. Langkah strategis ini tidak hanya memperkokoh fondasi ekonomi dan pertahanan kedua negara di tengah dinamika global, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam mempercepat transformasi digital demi kemakmuran masyarakat di kedua bangsa.
"Peningkatan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, ditambah dengan penyelesaian beberapa kesepakatan utama, mencerminkan visi bersama yang mendalam dan mengikat kedua negara kita," kata Presiden Prabowo dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden di Jakarta.
Kesepakatan tersebut menandai penguatan hubungan bilateral yang kini memasuki babak baru melalui status kemitraan strategis komprehensif khusus. Langkah itu menjadi tonggak sejarah yang memperkokoh fondasi kerja sama jangka panjang antara Jakarta dan Seoul di tengah dinamika global.
Presiden Prabowo menyampaikan pembahasan dengan Presiden Lee berlangsung sangat produktif dan berhasil merumuskan sejumlah kesepahaman strategis. Dia menilai kedua bangsa memiliki modalitas kuat untuk terus bersinergi, terutama didasari oleh kesamaan perjalanan sejarah dalam meraih kemerdekaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sejarah menunjukkan bahwa kedua negara memiliki kesamaan dan kita pun memiliki kepentingan yang sama. Kedua negara harus berjuang keras untuk meraih kemerdekaan," tutur Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Lee Jae Myung merinci bahwa cakupan kerja sama tersebut meliputi sektor inovasi teknologi dan industri pertahanan. Presiden Lee menekankan perluasan kolaborasi itu didasarkan pada tingkat kepercayaan yang sangat tinggi antara kedua belah pihak.
Pada sektor ekonomi, Korsel berkomitmen mendorong partisipasi perusahaan-perusahaan nasional mereka dalam proyek strategis di Indonesia. Presiden Lee secara khusus mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia terhadap keberlangsungan iklim investasi bagi korporasi asal Negeri Ginseng tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan kepedulian kepada perusahaan asal Korea Selatan," ucap Presiden Lee.
Terkait bidang pertahanan, kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama industri manufaktur militer, termasuk pengembangan galangan kapal. Kerja sama itu bertujuan untuk membangun kekuatan maritim yang lebih tangguh guna menjawab tantangan keamanan di kawasan.
Selain itu, kedua negara sepakat melakukan integrasi data besar (big data) milik Indonesia dengan teknologi kecerdasan buatan milik Korsel. Kolaborasi teknologi mutakhir tersebut diarahkan untuk mencari solusi atas berbagai tantangan kemanusiaan serta mempercepat transformasi digital di kedua negara.
"Presiden Prabowo dan saya memiliki kesamaan pandangan bahwa kebahagiaan dan kemakmuran masyarakat adalah prioritas utama di masing-masing pemerintahan kami," kata Presiden Lee.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!