Tinggalkan Eropa-Amerika? Strategi Baru Dispar Bali Incar 6,6 Juta Wisman
Selasa, 31 Mar 2026, 02:50 WIBBADUNG -Â Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 6,625 juta jiwa sepanjang tahun 2026.
Meski angka ini meningkat dari target tahun sebelumnya, otoritas pariwisata Bali kini mulai mengalihkan fokus pasar dari Eropa dan Amerika Serikat menuju kawasan Asia Pasifik serta domestik guna memitigasi dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu rute penerbangan transit.
Selain memperkuat pasar tradisional seperti Australia dan India, Bali juga mulai menjajaki potensi wisatawan asal Kanada yang dikenal memiliki durasi tinggal lebih lama serta preferensi tinggi terhadap wisata berbasis ketenangan dan kualitas.
âUntuk target wisman tahun ini, kami menargetkan 6,625 juta, jadi itu sudah ada di renstra (rencana strategis) ya sampai 2030 ada,â kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Bali Ida Ayu Indah Yustikarini dalam Konferensi Pers jelang BBTF 2026.
Dayu Indah di Kabupaten Badung, Senin, menyampaikan target 6,625 juta itu naik dari target kunjungan wisman 2025 yang saat itu ditargetkan 6,5 juta.
Namun, pada 2025 Bali berhasil melampaui target dengan total akhir jumlah kunjungan 6,9 juta.
Dispar memandang target pariwisata saat ini tidak lagi semata-mata pada jumlah kedatangan, melainkan berorientasi pada kualitasnya.
Meski demikian, untuk memenuhi angka-angka ini tetap dibutuhkan strategi, salah satunya mengalihkan fokus dari wisman Eropa dan Amerika ke wisman Asia.
Ini karena situasi konflik di Timur Tengah sebagai hub Eropa ke Bali membuat bisa dipastikannya jumlah kunjungan mereka akan turun.
âKami banyak mohon saran kepada Kemenpar dan pelaku pariwisata yaitu mencoba mengurangi ketergantungan pada rute transit yang rentan, kemudian mencoba mendorong wisatawan dari negara tetangga yang lebih dekat misalnya Asia Pasifik yaitu Australia, Asia Tenggara, Asia Timur, dan Asia Selatan India,â ujar Dayu Indah.
Jika dilihat berdasarkan data kunjungan 2025, maka kunjungan wisman tertinggi masih dipegang Australia, disusul China, India, Korea Selatan, Inggris, Amerika, Prancis, Malaysia, Singapura, dan Jerman.
Dengan adanya konflik Timur Tengah maka beberapa negara yang terancam isu keamanan adalah Inggris, Amerika, Prancis, dan Jerman.
âJadi kita bisa memfokuskan ke seperti yang saya katakan tadi yaitu Australia, India, China, ada Korea Selatan, kemudian Malaysia, Singapura,â ujar Dayu Indah.
Selain wisman, Dispar Bali juga menaruh harapan besar kepada wisatawan domestik, dimana ketika pandemi COVID-19 wisatawan nusantara memberi banyak kontribusi pada ekonomi Bali.
Sehingga, di samping berupaya mengejar target pasar baru, Bali juga mengandalkan wisatawan domestik.
Dispar Bali turut mengusulkan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata maupun Kementerian Luar Negeri membantu dalam penjajakan negara-negara potensial yang kurang dilirik.
Salah satunya adalah Kanada, dimana saat menerima audiensi Konsulat Jenderal Indonesia di Kanada, Dispar menemukan informasi bahwa wisman Kanada menyukai Bali karena ketenangannya, bahkan dapat menginap hingga 2 minggu.
- wisatawan mancanegara
- ekonomi bali
- pariwisata bali
- dispar bali
- target wisman
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Sinopsis Film 'Anaconda' Versi Terbaru, Teror Ular Raksasa Berbalut Komedi di Hutan Amazon
-
KKP Prioritaskan Izin Usaha Penangkapan Ikan di Daerah Terdampak Bencana
-
MU vs Bournemouth Berakhir Imbang 4-4, Setan Merah Gagal Naik ke Posisi Kelima
-
Cek Jadwal Imsak Batam, Tanjungpinang, dan Karimun, Senin 2 Maret 2026, Jangan Sampai Kesiangan!
-
Malut United vs Persija: Krisis Lini Belakang Saat Duel Sengit Lawan Macan Kemayoran
-
Tiga Karyawan Transjakarta Korban Dugaan Pelecehan Masih Alami Trauma
-
IKWI Perkuat Identitas dan Legalitas Organisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.