Trump Sebut Intervensi untuk Yen Jepang adalah Sinyal Persahabatan

Selasa, 04 Agu 2026, 03:00 WIB

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa Washington melakukan intervensi bersama Jepang untuk menopang nilai tukar yen yang sempat terpuruk ke level terendah dalam hampir empat dekade. Trump menyebut langkah tersebut sebagai "sinyal persahabatan" yang diyakini akan memberikan manfaat bagi perekonomian AS maupun ekonomi global.

"Karena kami memiliki hubungan yang baik dengan Jepang," ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Minggu (2/8), saat ditanya alasan AS ikut mendukung mata uang Jepang.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump — Sumber: afp

Menurut Trump, intervensi tersebut tidak hanya memberikan manfaat finansial bagi AS, tetapi juga berkontribusi menjaga stabilitas ekonomi dunia.

"Lebih dari segalanya, ini adalah sinyal persahabatan. Kami sangat kuat secara finansial. Jepang mengalami pelemahan yen dan membutuhkan sedikit bantuan. Kami selalu ada untuk Jepang. Jepang sangat baik kepada kami, kecuali, tentu saja, peristiwa Pearl Harbor," katanya.

Sebelumnya, Financial Times melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS melakukan intervensi bersama Jepang untuk menopang yen untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade.

Mengutip sumber yang mengetahui operasi tersebut, Financial Times menyebut Federal Reserve Bank of New York mengambil langkah yang tidak biasa dengan menjual euro dan membeli yen atas nama Departemen Keuangan AS. Transaksi itu dilakukan melalui sejumlah bank investasi besar pada Jumat (31/7).

Intervensi dilakukan setelah yen sempat melemah hingga 163,24 per dollar AS bulan lalu, level terendah sejak 1986. Pelemahan dipicu tingginya suku bunga di AS, kenaikan harga minyak, serta arus keluar modal yang terus menekan mata uang Jepang.

Di Tokyo, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama turut mengonfirmasi operasi bersama tersebut. Ia mengatakan pemerintah Jepang membeli yen secara terkoordinasi dengan Departemen Keuangan AS.

"Tindakan bersama ini bertujuan meredam volatilitas berlebihan dan pergerakan yen yang tidak teratur dalam beberapa bulan terakhir," kata Katayama dalam pernyataan resminya.

Ia menegaskan pemerintah Jepang tidak akan ragu melakukan intervensi lanjutan apabila gejolak di pasar valuta asing kembali meningkat.

Pernyataan serupa disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Bessent melalui akun X. Ia mengatakan intervensi terkoordinasi yang dilakukan pada Jumat berhasil menahan pelemahan yen yang dinilai sudah tidak mencerminkan kondisi fundamental pasar.

"Kami tidak akan ragu untuk berpartisipasi dalam intervensi bersama berikutnya," tulis Bessent, seraya menegaskan bahwa stabilitas ekonomi serta kemitraan strategis AS-Jepang menjadi pertimbangan utama di balik langkah tersebut.

  • Ekonomi Jepang

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.