Menjaga Lumbung Pangan Tetap Produktif di Tengah Ancaman El Nino
📅 Selasa, 31 Mar 2026, 16:27 WIB | Oleh: SujarDengan luas baku sawah mencapai 67.031 hektare, Cilacap menjadi lumbung pangan strategis Jawa Tengah. Pada 2025, produksi padi mencapai 855.042 ton gabah kering giling, setara 507.438 ton beras konsumsi, dengan surplus cukup besar dibanding kebutuhan masyarakat.
Capaian ini menjadi modal penting menghadapi tantangan kemarau 2026, meskipun kewaspadaan tetap diperlukan mengingat keterbatasan air.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai cuaca ekstrem selama masa transisi dari musim hujan menuju kemarau pada periode April–Mei 2026. Hujan lebat singkat, petir, angin kencang, hingga puting beliung bisa terjadi tiba-tiba.
Perubahan musim tidak selalu mulus. Di satu sisi ancaman kekeringan mulai mengintai, sementara di sisi lain potensi bencana hidrometeorologi tetap perlu diwaspadai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjaga pangan tetap aman di tengah ancaman El Nino bukan sekadar menghadapi keterbatasan air. Ini soal kemampuan beradaptasi, memperkuat koordinasi, dan menjaga keseimbangan antara alam dan kebutuhan manusia.
Di hamparan sawah yang perlahan mengering, harapan tetap tumbuh bersama benih-benih yang ditanam dengan perhitungan matang. Selama upaya terus dilakukan dan kolaborasi tetap terjaga, ketahanan pangan akan tetap berdiri kokoh, bahkan di tengah musim kemarau panjang sekalipun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!