Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menjaga Lumbung Pangan Tetap Produktif di Tengah Ancaman El Nino

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 16:27 WIB | Oleh:

"Fenomena ini (El Nino) membuat musim kemarau lebih panjang. Dampaknya jelas, tanaman menghadapi dua tekanan utama, yakni kekurangan air dan suhu tinggi," katanya menegaskan.

Kekurangan air menghambat penyerapan unsur hara, sementara suhu tinggi mempercepat penguapan dan menambah stres tanaman. Jika tidak diantisipasi, produktivitas turun, bahkan risiko gagal panen meningkat.

Oleh karena itu, langkah antisipasi harus komprehensif dan salah satu strategi yang dapat dilakukan berupa percepatan masa tanam. Dengan mempercepat tanam, tanaman masih bisa memanfaatkan sisa curah hujan sebelum kemarau benar-benar datang.

Dalam hal ini, pembibitan bisa dilakukan sebelum panen musim tanam pertama selesai. Dengan demikian ketika panen telah selesai, lahan bisa langsung diolah dan ditanami kembali, tanpa jeda.

Pemilihan varietas juga krusial karena tanaman yang toleran kekeringan, seperti padi gogo, bisa mengurangi risiko kerugian. Selain itu, optimalisasi sumber daya air dengan embung, sumur, dan sistem irigasi perpompaan membantu menjaga ketersediaan air.

Akan tetapi teknologi tersebut membutuhkan dukungan energi memadai, sehingga memerlukan kebijakan yang mendukung petani, terutama akses dan harga bahan bakar.

"Perlu kebijakan berpihak petani, baik harga maupun akses bahan bakar untuk operasional pompa air dan alat mesin pertanian," kata Prof Totok.

Selain itu, pengelolaan irigasi juga perlu dilakukan secara bijak, sehingga pengeringan saluran untuk perawatan sebaiknya dilakukan selektif agar distribusi air tidak terganggu pada saat kritis.

Terkait dengan hal itu, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap mengambil langkah konkret menjaga produksi pangan, salah satunya melalui percepatan tanam yang menjadi strategi utama.

Kepala Dinas Pertanian Sigit Widayanto mengatakan percepatan tanam dilakukan untuk memanfaatkan sisa curah hujan, sekaligus meminimalkan risiko kekeringan pada fase pertumbuhan tanaman.

Penyuluh pertanian juga mendampingi petani agar pola tanam sesuai kondisi iklim yang lebih kering. Dari sisi air, pemanfaatan embung, dam parit, sumur dalam, hingga pengembangan irigasi perpompaan dan perpipaan terus dioptimalkan, serta pengelolaan jaringan irigasi primer, hingga kuarter, dijaga agar distribusi air tetap efektif.

Sigit memastikan hingga saat ini belum ada informasi mengenai rencana pengeringan saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Serayu maupun DI Menganti, sehingga pasokan air pertanian masih dapat terjaga.

Petani juga didorong menggunakan varietas padi tahan kekeringan, seperti Inpari 11, 18, 19, 20, hingga Inpari 46, serta varietas genjah seperti Inpari 6, 12, 13, 34, Cakrabuana, dan Respati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.