Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Kembangkan Temuan Sumur Eksplorasi Lepas Pantai Balikpapan

📅 Senin, 30 Mar 2026, 11:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertamina Kembangkan Temuan Sumur Eksplorasi Lepas Pantai Balikpapan Doc: PT PHM
Ket. Kerangka anjungan gas Manpatu sudah berhasil dimuat ke ponton di Tanjung PInang, Kepulauan Riau, untuk kemudian ditarik ke titik pemasangan di Selat Makassar di lepas pantai Balikpapan, Kalimantan Timur

BALIKPAPAN - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan proses mengembangkan temuan sumur eksplorasi Manpatu yang terletak di lapangan lepas pantai Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu di lapangan lepas pantai South Mahakam terus berproses," ujar General Manager (GM) PT PHM Setyo Sapto Edi, Senin, ketika ditanya menyangkut produksi minyak dan gas bumi di Balikpapan.

Proyek Manpatu itu berada sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan, dengan kedalaman perairan mencapai 50 hingga 60 meter, lanjut dia, dengan fasilitas yang dibangun mampu menangani aliran gas hingga 80 juta metrik standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Saat ini proyek tersebut, memasuki tahap pemindahan kerangka anjungan (load out jacket) dari fasilitas pembuatan (fabrikasi) di PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026.

Tahap itu menjadi langkah awal sebelum kerangka tersebut dikirim (sail away) dan dipasang di wilayah operasi Mahakam di Selat Makassar, jelas dia, yang masuk lingkup perairan Kota Balikpapan di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Kemudian bagian atas anjungan (topside) dijadwalkan menyusul pada pertengahan April 2026, dan instalasi seluruh platform ditargetkan selesai pada awal kuartal III tahun ini, sekitar Juli hingga pertengahan Agustus 2026.

"Ada juga konstruksi bagian atas dengan total bobot sekitar 2.400 ton, serta juga dipasang pipa bawah laut sepanjang sekitar 2,5 kilometer dan mengebor 11 sumur pengembangan," katanya.

PT PHM anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mengelola operasi minyak dan gas bumi di wilayah kerja Mahakam, warga Kalimantan Timur mengenalnya sebagai Total Indonesie, perusahaan Indonesia dengan modal dan teknologi dari Total, Prancis, sebelum 2017.

Proyek Manpatu PT PHM mencatatkan kemajuan penggunaan komponen lokal, menurut dia, untuk pertama kali di area Mahakam menggunakan pipa produksi buatan dalam negeri secara penuh, dari pipa bawah laut hingga sambungan pipa di anjungan.

PT PHM juga melaporkan lebih dari dua juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (lost time incident/LTI) hingga Maret 2026.

Proyek Manpatu termasuk program atau sistem jalur cepat (fast track) karena dikerjakan dengan jadwal yang ketat sejak penemuan gas pada 2022, ditargetkan fasilitas Manpatu mulai produksi (onstream) pada kuartal I 2027, demikian Setyo Sapto Edi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.