Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang Timur Tengah Memasuki Fase Baru yang Lebih Berbahaya

📅 Senin, 30 Mar 2026, 01:10 WIB | Oleh:
Perang Timur Tengah Memasuki Fase Baru yang Lebih Berbahaya Doc: Jam STA ROSA/AFP
Ket. Kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) milik Angkatan Laut AS.

WASHINGTON - Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/3) mengumumkan bahwa satuan tugas yang terdiri atas 3.500 marinir dan pelaut telah tiba di Timur Tengah pada Jumat (27/3).

“Pelaut dan marinir AS yang menaiki USS Tripoli (LHA 7) tiba di area tanggung jawab Komando Pusat AS pada 27 Maret,” kata CENTCOM dalam unggahan singkat di platform media sosial X.

CENTCOM dalam unggahan tersebut menyebut kapal serbu amfibi kelas Amerika tersebut berfungsi sebagai kapal utama bagi Grup Siaga Amfibi Tripoli (Tripoli Amphibious Ready Group) atau Unit Ekspedisi Marinir (Marine Expeditionary Unit/MEU) ke-31, yang terdiri dari sekitar 3.500 pelaut dan marinir, serta pesawat angkut dan pesawat tempur penyerang ditambah aset taktis serta kapal serbu amfibi.

Kedatangan tersebut merupakan bagian dari peningkatan kekuatan militer AS yang lebih luas sehubungan dengan perang yang sedang berlangsung dengan Iran.

Pasukan amfibi memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan berbasis laut maupun operasi darat, lapor portal berita daring ynetnews.com pada Sabtu (28/3), seraya menambahkan bahwa unit semacam itu biasanya digunakan untuk pengerahan cepat, termasuk mengamankan lokasi strategis, evakuasi, atau potensi serangan terhadap target pesisir.

Pengerahan Pasukan Darat

The Wall Street Journal pada Kamis (26/3) melaporkan bahwa Pentagon sedang mempertimbangkan pengerahan hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah untuk memberi Presiden AS Donald Trump lebih banyak opsi militer selain jalur diplomasi.

Menurut sebuah laporan yang mengutip pejabat Departemen Perang AS, pasukan tersebut, kemungkinan akan mencakup infanteri dan kendaraan lapis baja, akan bergabung dengan sekitar 5.000 marinir dan ribuan pasukan terjun payung dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang telah dikerahkan ke daerah tersebut.

Belum jelas di mana tepatnya pasukan tersebut akan ditempatkan di Timur Tengah, tetapi mereka diperkirakan akan berada dalam jangkauan untuk menyerang Iran dan Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak penting.

Sementara itu, Departemen Pertahanan AS di Pentagon dilaporkan tengah merancang skenario serangan darat ke Iran untuk beberapa pekan, seeiring dengan pengerahan personel AS ke Timur Tengah. Meski demikain, keputusan operasi darat tetap di tangan Presiden Donald Trump.

Menurut laporan Washington Post, Sabtu, para pejabat mengatakan rencana tersebut dapat menandai “fase baru perang” yang akan lebih berbahaya secara signifikan bagi pasukan AS dibanding dengan yang sudah berlangsung selama empat pekan terakhir.

Operasi darat yang direncanakan itu tidak akan menjadi invasi berskala penuh, tetapi dapat mencakup penyergapan oleh personel operasi khusus dan infanteri, menurut pejabat yang tak disebutkan namanya.

Operasi semacam itu membuat personel AS terpapar ancaman dari "drone dan rudal, tembakan darat, dan peledak rakitan”.

“Tugas Pentagon adalah membuat persiapan agar Panglima Tertinggi mendapatkan pilihan yang paling optimal,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, sebagaimana dikutip media AS itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Trump Kunjungi Irlandia, Te...
Luar Negeri
Gaun Balas Dendam Putri Dia...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.