Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Basarnas Cari Dua Wisatawan Hilang di Sungai Kalimborang Maros

📅 Senin, 30 Mar 2026, 21:21 WIB | Oleh:
Basarnas Cari Dua Wisatawan Hilang di Sungai Kalimborang Maros Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Basarnas Makassar.
Ket. Proses pencarian dua wisatawan diduga hilang setelah terseret arus deras air bah di Sungai Kalimborang, Bahagia, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

MAROS -- Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar menurunkan personel gabungan dengan menggelar Operasi SAR untuk mencari dua wisatawan yang dikabarkan hilang setelah terseret air bah di Sungai Kalimborang, Bahagia, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

"Kami telah memberangkatkan tim rescue dari Kantor Basarnas Makassar ke lokasi kejadian. Fokus utama saat ini adalah melakukan koordinasi di lapangan dan penyisiran awal di area hilir sungai," ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Arif Anwar, Senin.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (29/3) siang. Air di sungai setempat tiba-tiba datang dengan arus besar mengakibatkan korban diduga diseret arus saat berada di sungai tersebut.

Dua orang wisatawan masing-masing Fajrin dan Icha diketahui sementara warga Perumahan Bumi Permata Hijau (BTP) Kota Makassar yang sebelumnya berenang, namun hilang setelah terseret arus sungai setempat.

Saksi mata di lokasi Muhammad Yusuf segera melaporkan kepada aparat Pemerintah Desa Bonto Manurung untuk ditindaklanjuti dengan melaporkan ke Basarnas guna proses pencarian.

Dalam keterangannya, Yusuf menuturkan, kedua korban bukan merupakan bagian dari rombongan wisata mereka, sehingga identitas lengkap asal domisili korban kini dalam proses pendataan intensif pihak Polsek Tompobulu.

Merespons laporan tersebut, Anwar segera mengerahkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Sejauh ini tim masih melakukan pencarian.

Tim SAR Gabungan terus melakukan pemantauan dan penyisiran hingga batas waktu yang memungkinkan, dengan memperhatikan faktor cuaca dan keselamatan personel di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat melakukan aktivitas di sekitar sungai, terutama mengingat cuaca yang ekstrem dapat memicu terjadinya air bah secara tiba-tiba.

Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan menggunakan sejumlah peralatan seperti perahu karet (rubber boat), alat pelampung (life jacket), tali penyelamatan (rescue rope), peralatan komunikasi, serta perlengkapan SAR air lainnya demi menunjang proses pencarian di area sungai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.