Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Terobosan Energi: Panel Surya pada Dinding Bangunan Hasilkan Sumber Listrik Lebih Besar

📅 Minggu, 29 Mar 2026, 01:10 WIB | Oleh:
Terobosan Energi: Panel Surya pada Dinding Bangunan Hasilkan Sumber Listrik Lebih Besar Doc: AFP

BEIJING - Sebuah studi baru yang dilakukan oleh tim ilmuwan Tiongkok menunjukkan bahwa pemasangan panel surya pada dinding luar bangunan dapat menghasilkan listrik dalam jumlah besar, sekaligus menurunkan biaya pendinginan ruangan dan mengurangi emisi karbon.

Upaya penelitian ini, yang dipimpin oleh peneliti dari Institut Ilmu Geografi dan Penelitian Sumber Daya Alam (Institute of Geographic Sciences and Natural Resources Research/IGSNRR) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (Chinese Academy of Sciences/CAS), telah diterbitkan pada Jumat (27/3) dalam jurnal Nature Climate Change.

Saat ini, sebagian besar panel surya dipasang di atas atap. Namun, bangunan memiliki permukaan vertikal luas yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk produksi energi. Studi tersebut mengkaji apa yang akan terjadi jika dinding-dinding bangunan juga dilapisi dengan panel surya, sebuah konsep yang dikenal sebagai fotovoltaik fasad terpadu (facade-integrated photovoltaics/FIPV).

Menggunakan data geometri bangunan, karakteristik, dan kondisi cuaca di seluruh dunia, para peneliti membuat sebuah model untuk mengestimasi berapa banyak listrik yang dapat dihasilkan oleh FIPV. Mereka juga mengkaji bagaimana panel-panel tersebut memengaruhi kebutuhan pemanasan dan pendinginan di dalam bangunan, mengingat panel surya dapat memberikan naungan dan mengurangi penyerapan panas.

Berdasarkan skenario penerapan yang paling masuk akal, tim peneliti menemukan bahwa FIPV dapat menghasilkan sekitar 732,5 terawatt-jam listrik per tahun secara global, jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik jutaan rumah.

Di saat yang sama, panel-panel tersebut akan mengurangi permintaan listrik bangunan rata-rata sebesar 8,1 persen, terutama dengan memangkas kebutuhan untuk pendingin ruangan.

Para peneliti menyebutkan bahwa manfaat gabungan ini akan menghasilkan keuntungan ekonomi dan dampak positif bagi iklim yang signifikan. Studi tersebut mengestimasi bahwa jika FIPV mencapai potensi penuhnya pada pertengahan abad ini, emisi karbon kumulatif dapat berkurang 37,7 gigaton.

Namun, para peneliti menyampaikan bahwa untuk mewujudkan manfaat-manfaat tersebut, diperlukan kebijakan yang tertarget, perencanaan yang cermat, serta strategi yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

"Karena perubahan iklim memicu panas yang lebih ekstrem dan peningkatan permintaan energi di perkotaan, studi ini menyoroti peluang yang selama ini terabaikan untuk membuat bangunan-bangunan menjadi lebih hemat energi sekaligus tangguh terhadap perubahan iklim," ujar Yao Ling, seorang profesor dari IGSNRR. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

ArthurPope tuhg
ArthurPope tuhg
29 Mar 2026, 11:46 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
ArthurPope tuhg
ArthurPope tuhg
29 Mar 2026, 11:47 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
ArthurPope tuhg
ArthurPope tuhg
29 Mar 2026, 11:49 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Luar Negeri
Aset Beku Iran Cair, Trump ...
Nasional
Kemenbud Dorong Pelurusan S...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.