Seni Lukis Tiup Jadi Senjata untuk Cegah Anak-anak Keranjingan Medsos
📅 Minggu, 29 Mar 2026, 18:22 WIB | Oleh: OpikTeknik lukis tiup itu memang dikenal luas di dunia seni rupa. Namun bagi anak-anak, teknik itu merupakan hal yang baru, tapi sangat membantu untuk produktif.
“Akan lebih produktif dan positif mereka sampai bisa mandiri di rumah melukis tiup, daripada lama-lama main ponsel atau gadget,” kata Yuda.
Pemilihan teknik lukis dengan cara ditiup bukan tanpa alasan. Ayah tiga anak itu menyebutkan dengan meniup, maka anak-anak melatih pernafasan, sama seperti teknik olah vokal di dunia musik.
Pria berusia 51 tahun yang juga menekuni seni musik itu menjelaskan dalam olah vokal, nafas yang kuat menandakan daya tahan tubuh yang baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain melatih pernafasan, pemilihan seni lukis tiup juga menyesuaikan keterbatasan fisik, misalnya menyangkut fungsi pada bagian tangan.
Belajar lukis tiup dilakukan setiap Jumat per pekan dengan durasi satu hingga dua jam.
Durasinya memang terbilang singkat, namun ia berharap seni lukis tiup membawa dampak positif untuk tumbuh kembang anak-anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pasalnya, mereka secara tidak sadar dilatih untuk berpikir logika dan intuisi melalui permainan warna.
Tak hanya itu mereka juga dilatih untuk sabar, fokus, teliti dan mandiri.
Salah satu peserta yang kini memiliki kemajuan melukis tiup yakni Ayu Suanita, pelajar kelas VI di salah satu sekolah dasar di Desa Guwang, Kabupaten Gianyar.
Awalnya, pelajar berusia 11 tahun yang mengalami disabilitas fisik pada tangan itu belum tertata dalam menuang warna pada kanvas.
Kini, ia sudah bisa mandiri bahkan lukisan tiupnya membentuk objek alamiah berupa burung.
Sepulang sekolah, ia juga meneruskan hobi yakni menggambar dengan menggunakan pensil krayon pada buku gambarnya di rumah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!