Seni Lukis Tiup Jadi Senjata untuk Cegah Anak-anak Keranjingan Medsos
📅 Minggu, 29 Mar 2026, 18:22 WIB | Oleh: OpikDENPASAR, BALI - Cuaca Bali yang panas terik beberapa hari terakhir tidak menyurutkan semangat sejumlah anak mendatangi gedung Annika Linden Centre di Denpasar.
Dengan diantar para orang tuanya, mereka kemudian memasuki salah satu ruang kelas yang dikelola oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali.
Desir udara yang berembus dari mesin penyejuk ruangan, siang itu, cukup menyegarkan anak-anak berusia rentang 9-12 tahun atau usia sekolah dasar.
Tanpa banyak komando dari instruktur, sebanyak delapan orang anak itu kemudian mengenakan celemek warna hijau untuk melindungi pakaiannya dari cipratan warna.
Mereka sudah tidak sabar mengikuti kelas belajar melukis yang dipandu relawan dan instruktur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelas seni lukis di YPK Bali itu diadakan sejak Februari 2025 dengan total peserta kini sebanyak 15 anak-anak.
Mereka tidak dipungut biaya alias gratis untuk ikut seni lukis karena pembiayaan sepenuhnya didukung dari donasi.
Sebagian besar dari peserta itu adalah anak-anak disabilitas fisik dan mental karena beragam sebab, mulai dari karena kecelakaan, bawaan lahir, hingga autisme.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kalau melukis dengan menggunakan kuas di kanvas merupakan pemandangan biasa, namun anak-anak tersebut belajar melukis dengan teknik unik, yaitu dengan cara ditiup.

Sejumlah karya lukis dengan cara ditiup oleh anak-anak disabilitas fisik di Yayasan Peduli Kemanusian (YPK) Bali, Gedung Annika Linden Centre Denpasar, Jumat (6/2). Antara/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Fine art
Nyoman Yuda, relawan di sanggar itu, menyatakan lebih senang ketika anak-anak menumpahkan kreativitas dengan mengandalkan keterampilan diri daripada mereka lebih banyak terpapar layat gawai.
Untuk itu, jebolan Seni Rupa Desain di Universitas Udayana (Unud) pada 2000 tersebut menjadi relawan yang membimbing anak-anak itu belajar seni lukis tiup menggunakan alat bantu sedotan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!