Pakistan Ambil Peran Kunci, Redam Ketegangan Iran-Israel Lewat Jalur Multilateral
📅 Minggu, 29 Mar 2026, 18:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melakukan pembicaraan telepon intensif dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu. Percakapan yang berlangsung lebih dari satu jam itu difokuskan pada upaya bersama meredakan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Kontak ini menjadi komunikasi tingkat tinggi kedua antara kedua pemimpin dalam beberapa hari terakhir. Intensitas komunikasi tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran atas konflik yang kian meluas dan berpotensi mengguncang stabilitas kawasan.
Dalam pembicaraan tersebut, Sharif menyampaikan perkembangan terbaru terkait langkah diplomatik yang ditempuh Pakistan. Upaya tersebut mencakup komunikasi dengan Amerika Serikat serta sejumlah negara Teluk dan negara-negara Islam lainnya.
Ia menegaskan komitmen Islamabad untuk mendorong dialog sebagai jalan keluar dari konflik. Pakistan juga disebut berupaya aktif menurunkan tensi melalui jalur diplomasi multilateral.
Sharif turut menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang dilakukan Israel di wilayah Iran. Ia menyoroti serangan yang menyasar infrastruktur sipil serta dampaknya terhadap masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Sharif menyatakan solidaritas penuh Pakistan kepada rakyat Iran. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa serta doa bagi korban luka dan para pengungsi.
Menanggapi hal tersebut, Pezeshkian memaparkan pandangan Teheran terkait situasi konflik yang tengah berlangsung. Ia juga mengapresiasi peran aktif Pakistan dalam mendorong penyelesaian damai.
Menurutnya, membangun kepercayaan menjadi kunci utama dalam membuka jalan dialog. Ia menilai langkah mediasi yang dilakukan Pakistan sebagai kontribusi penting dalam meredakan ketegangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sharif kemudian menegaskan bahwa Pakistan akan terus memainkan peran konstruktif dalam menjaga stabilitas kawasan. Islamabad bahkan telah mengonfirmasi keterlibatannya sebagai perantara komunikasi antara Washington dan Teheran.
Peran tersebut dinilai strategis dalam membuka peluang tercapainya terobosan diplomatik. Sejumlah sumber menyebut pekan ini menjadi momentum krusial dalam menentukan arah pembicaraan antara kedua pihak.
Konflik yang berlangsung saat ini dipicu oleh serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran berupa peluncuran drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk target di Israel dan kawasan sekitarnya.
Eskalasi ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada stabilitas ekonomi global. Gangguan terhadap jalur perdagangan dan penerbangan internasional turut memperparah situasi yang sudah kompleks.
Upaya mediasi yang dilakukan Pakistan diharapkan dapat membuka jalan menuju deeskalasi. Namun, dinamika geopolitik yang melibatkan banyak aktor membuat proses perdamaian diperkirakan tidak akan berjalan mudah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!