Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggota DPRD Gorontalo Utara Setuju Aturan Pembatasan Medsos pada Anak

📅 Minggu, 29 Mar 2026, 07:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anggota DPRD Gorontalo Utara Setuju Aturan Pembatasan Medsos pada Anak Doc: ANTARA
Ket. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Hamzah Sidik.

GORONTALO – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Hamzah Sidik mengatakan setuju pada keputusan pemerintah terkait pembatasan penggunaan media sosial (medsos) pada anak-anak.

"Saya setuju dengan keputusan ini," kata Hamzah di Gorontalo, Sabtu (28/3).

Menurutnya selaku orang tua, pembatasan media sosial pada anak di bawah usia 16 tahun (PP TUNAS) adalah bagian dari perjuangan mewujudkan sumber daya manusia berkualitas, termasuk di daerah tersebut.

Pembatasan yang mulai diterapkan Sabtu (28/3) ini, kata dia, diyakini sangat efektif untuk membentengi generasi muda khususnya para siswa dari dampak negatif algoritma digital.

Apalagi banyak persoalan kesehatan yang muncul di kalangan anak muda, akibat pola tidur (begadang) karena ketergantungan mereka bermain media sosial.

'Oleh karena itu, kita di daerah, perlu segera melakukan penyesuaian khususnya dalam penerapan sistem pembelajaran yang berkaitan dengan literasi digital," kata Hamzah.

Ia mengatakan DPRD pun siap menjadi garda terdepan dalam mendukung ekosistem pendidikan yang sehat, dengan membebaskan anak-anak bangsa dari pengaruh buruk media sosial.

Namun ia berharap literasi digital dapat tetap diterapkan. Tentu dengan sinkronisasi yang tepat melalui pengawasan instansi pendidikan di daerah-daerah termasuk di Wilayah ini.

Ia mengakui dalam implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) memerlukan kesiapan mental dan kompetensi tenaga pendidik, sehingga penyesuaian-penyesuaian perlu segera dilakukan.

Seluruh guru termasuk orang tua pun perlu membekali diri untuk mampu menjelaskan terkait alasan pembatasan tersebut, sehingga tanggungjawab pengawasan dalam aktivitas digital oleh siswa, tidak pula berdampak pada gagap teknologi (gaptek).

"Penyesuaian dari ketergantungan bermain media sosial ini, dengan melakukan pembatasan dalam menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh buruk yang ditimbulkan, harus dapat diatasi dengan tepat," katanya pula.

Ia berharap seluruh pihak, khususnya para tenaga pendidik secepatnya intensif membangun narasi di lingkungan sekolah tentang mengajarkan kepada siswa tentang penerapan pembatasan, serta mengedukasi mana konten positif dan negatif, sebab mereka pun perlu diberi pemahaman, disamping tetap membekali literasi digital yang tepat bagi siswa.

"Pola pendekatan yang tepat dalam menyesuaikan PP TUNAS secara langsung kepada siswa maupun generasi muda di bawah usia 16 tahun, perlu dilakukan agar tidak ada pemberontakan-pemberontakan yang potensial muncul saat melepas ketergantungan mereka dari bermain media sosial," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.