Perbaikan Tata Niaga yang Berkeadilan akan Meningkatkan Stok Pangan
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai ketersediaan stok dan kelancaran distribusi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga pangan pascalebaran 2026.
Esther mengatakan stabilitas harga beras dapat menjadi acuan bagi komoditas lain dalam menjaga kestabilan harga. Ia menilai kondisi tersebut didukung oleh kuatnya cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog.
“Bulog mengoptimalkan penyerapan gabah petani saat panen raya dan memperkuat pengawasan kualitas gudang. Tidak heran harga beras normal,” kata Esther kepada Antara di Jakarta, Kamis (26/3).
Stok beras yang dikelola Perum Bulog tercatat berada di kisaran 3,7 hingga 3,74 juta ton pada awal Maret 2026.
Dengan tambahan panen di berbagai daerah, Bulog memproyeksikan stok beras dapat meningkat ke kisaran 4,5 juta hingga 5 juta ton pada akhir Maret.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi faktor utama yang membuat harga beras relatif lebih stabil dibandingkan komoditas pangan lain.
“Hal ini perlu dijaga agar stabilitas harga pangan tercapai,” kata Esther.
Selain faktor stok, Esther menekankan distribusi menjadi penentu penting dalam menjaga stabilitas harga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, meskipun pasokan komoditas mencukupi, gangguan distribusi berpotensi mendorong kenaikan harga pangan.
“Pemerintah juga perlu menjaga kelancaran distribusi barang dan logistik agar harga tetap stabil,” katanya.
Pandangan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan kelancaran distribusi, termasuk melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penguatan cadangan beras pemerintah (CBP).
Per 25 Maret 2026, Badan Pangan Nasional mencatat harga beras SPHP berada di kisaran 12.000 rupiah per kilogram, beras premium 14.400 rupiah per kilogram, dan beras medium 12.200 rupiah per kilogram.
Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di kisaran 35.000 rupiah per kilogram.
Esther menilai pemerintah perlu memastikan pasokan dan distribusi berjalan seimbang agar harga tetap terkendali dalam jangka menengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!