Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uji Coba Bakteri Ecotru untuk Mengatasi Pencemaran di Saluran Penghubung

📅 Kamis, 26 Mar 2026, 22:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Uji Coba Bakteri Ecotru untuk Mengatasi Pencemaran di Saluran Penghubung Doc: Antara
Ket. Pemkot Jakbar melakukan uji coba penggunaan bakteri Ecotru untuk mengatasi pencemaran air di saluran Penghubung (PHB) di Kawasan Sentral Primer Barat (SPB), Puri Kembangan, Kamis (26/3/2026).

Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melakukan uji coba penggunaan bakteri Ecotru untuk mengatasi pencemaran air di saluran penghubung (Phb) di kawasan Sentral Primer Barat (SPB), Puri Kembangan, Kamis.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Jakarta Barat, Imron Syahrin, mengatakan, uji coba dilakukan dengan metode sampling.

"Kami ambil sampel untuk observasi perkembangan lima hari ke depan setelah dicampur bakteri Ecotru. Kami ingin lihat apakah ada perubahan signifikan," ujar Imron saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Bakteri Ecotru disebut memiliki daya tahan yang cukup tinggi, yakni mampu berkembang biak pada suhu hingga 60 derajat Celsius dan menoleransi kadar Methylene Blue Active Substances (MBAS) atau kandungan detergen hingga maksimal 20.000 unit.

​Guna memastikan efektivitasnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakbar untuk memetakan kondisi MBAS di berbagai kali di Jakarta Barat.

​"Jika kadar MBAS-nya ternyata sangat tinggi, kita akan cari sumbernya, apakah dari limbah rumah tangga atau pabrik. Target kita adalah berkolaborasi untuk membuat semua kali di Jakarta Barat lebih jernih," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Esa Maha Karya Tunggal, Eka Lestari Sinaga selaku kolaborator menjelaskan bahwa proses yang dilakukan merupakan bentuk bioremediasi sungai. Dari pantauan awal, saluran air di kawasan tersebut mengandung banyak minyak, lemak, serta sedimen yang tebal.

​"Kondisinya cukup memprihatinkan dengan adanya busa, yang mengindikasikan kandungan sabun tinggi atau aktivitas pembusukan sampah organik yang terlarut," kata Eka.

​Terkait teknis aplikasi, bakteri Ecotru harus dipersiapkan selama 24 jam sebelum dicampurkan ke dalam air. Menariknya, penggunaan bakteri ini juga berdampak pada hilangnya hama seperti lalat dan belatung.

​"Bakteri ini menghentikan proses pembusukan organik yang merusak lingkungan. Karena air menjadi lebih bersih dan tidak ada lagi pembusukan, maka lalat maupun belatung tidak akan mau hidup di sana," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.