Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siapkan Pilihan Kebijakan Guna Antisipasi Tekanan Daya Beli Masyarakat

📅 Kamis, 26 Mar 2026, 00:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Tantangan Kompleks

Pada kesempatan lain, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menilai pemerintah perlu memitigasi tantangan ekonomi usai momentum Ramadhan dan Idul Fitri.

Menurutnya, kinerja kuartal I-2026 memang akan terdorong cukup kuat oleh aktivitas ekonomi selama Ramadhan dan Idul Fitri. Namun, kinerja ekonomi akan ternormalisasi usai momentum ini berakhir, dan pada saat yang sama perekonomian secara umum tengah menghadapi tantangan yang kompleks.

“Sekarang justru tantangannya makin kompleks, karena kita tidak hanya bicara soal efek musiman yang mereda, tetapi juga tekanan eksternal dan domestik yang bisa menahan konsumsi ke depan,” katanya saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu (25/3).

Untuk kuartal I, konsumsi rumah tangga yang terdongkrak oleh lonjakan belanja selama periode Ramadhan dan Idul Fitri menjadi basis yang solid bagi pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.

Namun, mengingat percepatan belanja itu bersifat musiman, bukan peningkatan daya beli yang permanen, dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi akan makin melandai.

Efek musiman yang mereda juga dibarengi oleh tekanan eksternal dan domestik yang bisa menahan konsumsi ke depan, salah satunya adalah potensi kenaikan harga energi.

“Ketika harga bahan bakar minyak (BBM), listrik, atau energi global mengalami tekanan, dampaknya langsung ke biaya hidup dan biaya produksi, sehingga ruang belanja rumah tangga menyempit dan pada saat yang sama pelaku usaha juga lebih berhati-hati untuk ekspansi,” jelasnya.

Dia juga menyoroti risiko iklim ekstrem yang berpotensi mengganggu produksi pangan domestik dan mendorong kenaikan harga komoditas strategis, seperti beras dan bahan pokok lainnya. Risiko tersebut sangat krusial lantaran inflasi pangan mempunyai dampak langsung ke daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok menengah bawah.

“Tanpa dukungan daya beli yang kuat dan stabilitas harga, baik energi maupun pangan, maka konsumsi domestik akan sulit menjadi motor pertumbuhan yang berkelanjutan, dan pada akhirnya ini juga akan membatasi laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di periode berikutnya,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

54 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.