Mitigasi Banjir Diperkuat, Pemprov DKI Siagakan Ratusan Pompa hingga Pengerukan Sungai
📅 Kamis, 26 Mar 2026, 13:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) memperkuat langkah mitigasi banjir seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem. Upaya ini difokuskan pada optimalisasi infrastruktur pengendali banjir serta kesiapsiagaan personel di lapangan.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dalam kondisi siap siaga. Ia menegaskan mitigasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari fase sebelum hingga sesudah hujan dengan intensitas tinggi.
"Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur," ujar Ika.
Dalam upaya tersebut, Dinas SDA menyiagakan ratusan unit pompa sebagai garda terdepan penanganan genangan. Tercatat sebanyak 668 pompa stasioner tersebar di 243 lokasi serta 537 pompa mobile disiapkan untuk menjangkau titik yang tidak terlayani sistem tetap.
Pompa mobile memiliki peran krusial dalam mengatasi genangan di wilayah padat dan akses terbatas. Keberadaan alat ini dinilai mampu mempercepat respons saat terjadi banjir di titik-titik rawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Pemprov DKI juga mempercepat pengerukan sungai, kali, hingga waduk untuk meningkatkan kapasitas tampung air. Hingga pertengahan Maret 2026, volume pengerukan telah mencapai 123.393 meter kubik dari berbagai wilayah administrasi Jakarta.
Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari program intensif sepanjang 2025 yang mencatat total pengerukan mencapai 919.173 meter kubik. Dalam pelaksanaannya, Dinas SDA mengerahkan ratusan alat berat untuk mempercepat proses normalisasi badan air.
Di sisi lain, kesiapsiagaan personel juga diperkuat melalui penugasan Satuan Tugas SDA atau Pasukan Biru. Tim ini bertugas memastikan operasional pompa berjalan optimal sekaligus menangani genangan secara cepat di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pasukan Biru juga rutin melakukan pemantauan kondisi drainase dan aliran air untuk mencegah potensi penyumbatan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga sistem pengendalian banjir tetap berfungsi maksimal.
Pemprov DKI turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan di tengah perubahan cuaca. Warga diminta aktif melaporkan kondisi darurat melalui aplikasi JAKI atau layanan darurat 112 agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Dengan kombinasi infrastruktur, teknologi, dan kesiapan personel, Pemprov DKI optimistis potensi banjir dapat ditekan. Upaya ini diharapkan mampu menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal meski di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!