Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tokoh-tokoh Pelangi di Mars Mau Nyontek Super Heroes Ikut-ikut Menyelamatkan Bumi?

📅 Minggu, 22 Mar 2026, 11:19 WIB | Oleh:

“Kami tumbuh dengan banyak cerita yang menumbuhkan mimpi besar, seperti menjadi astronot atau ilmuwan. Melalui 'Pelangi di Mars' kami ingin menghadirkan kisah petualangan yang dekat dengan sains dan eksplorasi ruang angkasa, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sebagai bekal menuju Indonesia Emas,” ujar Upie.

Sebagai sutradara, Upie meyakini film ini bisa menjadi pilihan baru untuk keluarga mengenalkan cerita berbalut ilmiah dan kecanggihan teknologi kepada anak.

Ia dan Dendi juga memiliki tujuan besar melalui film ini agar keluarga yang menonton bersama anaknya bisa membangkitkan diskusi mengenai isu keberlanjutan dan bagaimana menjaga dan melestarikan bumi di masa depan.

“Film keluarga di Indonesia masih sangat terbatas. Kami ingin menghadirkan cerita yang bisa menjadi pengalaman menonton bersama antara orang tua dan anak. Harapannya, film ini bisa menjadi momen kebersamaan yang berkesan bagi keluarga Indonesia,” ujar Dendi.

Dengan teknologi yang dihadirkan dalam film, Dendi mengatakan momen ini menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia memiliki kapasitas untuk menghadirkan karya dengan standar produksi yang semakin maju.

Proses syuting yang tidak biasa

Proses syuting Pelangi di Mars, menurut pemeran Pelangi, Messi, berlangsung dengan cara yang tidak biasa dan menuntut kemampuan imajinasi tinggi. Proses tersebut didukung oleh acting coach Almanzo Konoralma yang membantu para pemain menghidupkan karakter masing-masing.

Manzo menjelaskan, dalam proses perekaman gerakan (motion capture), Messi harus berimajinasi seolah sedang berbicara dengan robot Batik yang digambarkan bertubuh tinggi dan besar. Padahal, ia hanya berinteraksi dengan penanda yang ditempatkan di kepala Manzo, yang berperan sebagai body actor karakter Batik.

Pengalaman serupa juga dirasakan para body actor karakter robot lainnya, seperti Dimitri Arditya yang memerankan robot Sulil dan Rika Kenja sebagai body actor robot Petya. Mereka harus menjalani pelatihan intensif untuk menyesuaikan gerakan tubuh, terutama dalam mengadaptasi pergerakan tangan dan roda robot agar terlihat natural di layar.

Manzo menambahkan, proses syuting film ini terbagi dalam tiga tahap. Pertama, perekaman gerakan untuk menangkap gestur karakter robot bersama para body actor. Kedua, pengambilan gambar menggunakan metode XR. Ketiga, proses syuting untuk menyelaraskan dialog dengan set virtual yang telah dibuat dalam format tiga dimensi.

Tidak hanya proses pengambilan gambar, kostum yang dikenakan serta tuntutan untuk membayangkan diri berada di planet Mars juga menjadi tantangan tersendiri bagi para aktor maupun body actor.

Film ini turut mendapatkan dukungan pemerintah melalui Perusahaan Film Negara (PFN) dan Kementerian Ekonomi Kreatif, yang melakukan berbagai aktivasi promosi, di antaranya instalasi balon robot Batik raksasa serta peluncuran IP Pelangi di Mars sebagai livery kereta KAI.

Melalui kehadiran film fiksi ilmiah berteknologi tinggi seperti Pelangi di Mars, para pendukung film berharap karya ini dapat menjadi salah satu tolok ukur baru bagi perkembangan film nasional di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.