Idulfitri Bawa Berkah bagi Pedagang Rujak Beubeuk di Masjid Istiqlal
📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 21:05 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Momen Idulfitri 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima di sekitar Masjid Istiqlal. Salah satunya dirasakan pedagang rujak beubeuk asal Cianjur yang berjualan di halaman masjid tersebut saat Lebaran.
Asep, pedagang rujak beubeuk, mengaku penjualannya meningkat dibandingkan hari biasa saat momen Idulfitri. Ia menyebut lonjakan jumlah jemaah yang datang turut berdampak pada peningkatan pembeli.
"Alhamdulillah agak mending dikit, lumayan meningkat ya, sekitar dua kali lipat. Biasanya satu pikulan, sekarang jadi dua pikulan," ujar dia saat ditemui di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (21/3).
Meski demikian, Asep mengaku menghadapi kendala dalam mendapatkan bahan baku buah selama libur Lebaran. Ia mengungkapkan harus mencari pasokan ke pasar induk karena toko buah di pasar langganannya tutup.
“Kesulitannya pada tutup, buah-buah ini belanja ke Pasar Induk. Biasanya di Senen belanjanya, sekarang pada tutup,” kata Asep.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menambahkan harga jual tetap dipertahankan meski biaya belanja bahan mengalami kenaikan. Namun, Asep yang telah berjualan sejak tahun 2000 tersebut mengaku tetap bersyukur dengan hasil yang diperoleh.
Asep menilai momen Idulfitri menjadi kesempatan untuk meraih rezeki lebih sekaligus mempertahankan usahanya. "Kalau kaya lebaran, modal Rp400 ribu jadi Rp1 juta gitu," ucap dia.
Di sisi lain, pengalaman berbeda dirasakan Karin yang pertama kali melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Istiqlal. Ia mengaku tidak menyangka jumlah jemaah begitu banyak, hingga harus melaksanakan salat di pelataran masjid.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Awalnya saya nggak menyangka bakal serame ini, soalnya kan banyak yang mudik ya. Tapi ternyata pas sampai sini, Masjid Istiqlal sudah penuh banget,” ujar dia.
Ia menyebut datang setelah Subuh, namun sudah tidak mendapatkan tempat di dalam masjid. Selain itu, Karin juga mengatakan sempat mengalami antrean di tempat wudhu yang cukup jauh.
Meski demikian, Karin mengaku tetap menikmati momen tersebut karena dapat merayakan Lebaran bersama keluarga dalam suasana berbeda. Ia memaknai Idulfitri sebagai momen kembali ke fitrah sekaligus mempererat kebersamaan dan rasa syukur. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!