Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jambu kristal Jadi Pilihan Pemudik untuk Perjalanan di Jalur Pansela

📅 Rabu, 18 Mar 2026, 15:26 WIB | Oleh:

“Perbedaannya bisa dua kali lipat,” ujarnya.

Dari Taiwan 

Di balik popularitasnya di jalur mudik, jambu kristal sebenarnya bukan tanaman asli Indonesia. Varietas ini merupakan hasil pengembangan yang pertama kali ditemukan di Taiwan pada awal 1990-an, sebelum kemudian diperkenalkan ke Indonesia melalui kerja sama di bidang hortikultura.

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian mencatat jambu kristal mulai dikembangkan di Indonesia sejak awal 2000-an sebagai komoditas unggulan karena produktivitasnya tinggi dan dapat berbuah sepanjang tahun.

Seiring waktu, budi daya jambu kristal berkembang di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah, seperti Gunungkidul, menjadi salah satu sentra pengembangan karena kondisi lahannya yang sesuai.

Kedekatan wilayah produksi dengan jalur pantai selatan membuat distribusi buah ini relatif mudah. Hal ini menjelaskan mengapa jambu kristal menjadi salah satu komoditas yang paling sering ditemui di sepanjang jalur mudik menuju Yogyakarta.

Selain itu, jambu kristal juga memiliki ukuran buah yang relatif besar dan tampilan yang menarik, sehingga mudah dijual dalam kondisi segar, tanpa perlu pengolahan tambahan.

Dari sisi kandungan, jambu kristal diketahui mengandung vitamin C, serat, serta antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan tersebut menjadikannya pilihan yang tepat untuk menjaga kebugaran selama perjalanan jauh.

Daya tarik 

Menariknya, jambu kristal di jalur Pantai Selatan tidak dijual dalam konsep modern. Sebagian besar dijajakan secara sederhana oleh pedagang lokal di pinggir jalan.

Buah disusun dalam keranjang atau digantung dalam plastik, tanpa kemasan khusus, namun kesegarannya justru menjadi daya tarik utama bagi pembeli.

Bagi pemudik, berhenti di lapak jambu kristal bukan hanya soal membeli buah. Ini menjadi jeda perjalanan.

Kesempatan untuk beristirahat sejenak, meregangkan tubuh, sekaligus menikmati suasana perjalanan di jalur selatan yang masih terasa lebih santai dibandingkan jalur tol.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Nasional
Tiga Gunung Api Erupsi Mala...
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.