Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga karena Perang Iran

📅 Senin, 16 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga karena Perang Iran Doc: AFP/Mandel NGAN
Ket. Gedung Federal Reserve AS di Washington, DC, baru-baru ini.

WASHINGTON DC – Pembuat kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan pekan depan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat perang AS-Israel dengan Iran serta mulai melemahnya sejumlah indikator ekonomi.

Dikutip dari AFP pada Minggu (15/3), The Fed dijadwalkan memulai pertemuan kebijakan selama dua hari pada Selasa (17/3), dengan pengumuman keputusan suku bunga sehari kemudian. Tahun lalu bank sentral AS memangkas suku bunga sebanyak tiga kali berturut-turut sebelum kemudian menahannya tetap stabil pada pertemuan Januari.

Sebagai bank sentral, The Fed memiliki mandat ganda, yakni menjaga inflasi tetap berada di sekitar target jangka panjang dua persen sekaligus memastikan tingkat lapangan kerja maksimal.

Namun konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak global berpotensi memperumit kebijakan moneter The Fed. Kenaikan harga energi dapat meningkatkan tekanan inflasi sekaligus menahan pertumbuhan ekonomi.

Kepala ekonom EY-Parthenon Gregory Daco mengatakan guncangan pasokan seperti kenaikan harga energi merupakan tantangan bagi bank sentral.

“Hal ini tentu saja menjadi hambatan bagi The Fed, karena guncangan pasokan sangat sulit diatasi. Kondisi tersebut dapat mendorong inflasi naik sekaligus membatasi output ekonomi,” kata Daco kepada AFP.

Isu kenaikan harga juga menjadi perhatian politik utama bagi Presiden AS Donald Trump. Trump berulang kali mengkritik Ketua The Fed Jerome Powell karena dinilai lambat menurunkan suku bunga, meskipun pemerintahannya mengklaim tekanan harga mulai mereda.

Meskipun inflasi konsumen telah turun dari puncaknya sebesar 9,1 persen pada masa pandemi Covid-19, angka tersebut masih berada di atas target dua persen yang ditetapkan The Fed.

“Tidak seperti beberapa negara lain yang telah mencapai stabilitas harga, AS sudah hampir lima tahun belum benar-benar kembali ke stabilitas harga,” kata Kepala Ekonom KPMG Diane Swonk.

Menurutnya, jika konflik Iran berlangsung lebih lama, inflasi bahkan dapat kembali meningkat hingga melampaui empat persen.

Lebih Ketat

Lebih lanjut, Daco menilai kondisi itu berpotensi membuat sebagian pembuat kebijakan The Fed mengambil sikap lebih ketat terhadap inflasi. “Kita melihat inflasi mulai menjauh dari target dua persen The Fed, dan ini kemungkinan membuat sebagian pembuat kebijakan mengambil sikap yang lebih hawkish,” ujarnya.

Di sisi lain, menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi juga berisiko menekan pasar tenaga kerja. Data pemerintah AS menunjukkan ekonomi negara itu secara tak terduga kehilangan sekitar 92.000 pekerjaan pada Februari, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,4 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.