Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasien Aritmia Hendak Mudik? Simak Panduan Pakar agar Perjalanan Tetap Aman

📅 Senin, 16 Mar 2026, 13:55 WIB | Oleh:
Pasien Aritmia Hendak Mudik? Simak Panduan Pakar agar Perjalanan Tetap Aman Doc: Heartology Cardiovascular Hospital
Ket. Ilustrasi mudik dengan kendaraan pribadi. Pasien aritmia tetap bisa mudik aman! Simak tips pakar dari Heartology mengenai persiapan obat, hidrasi, hingga langkah darurat jika jantung berdebar saat perjalanan.

JAKARTA – Tradisi mudik Lebaran yang identik dengan perjalanan panjang dan kelelahan fisik kerap menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan. Bagi masyarakat umum, hal ini mungkin hanya memicu rasa penat biasa. Namun, bagi pengidap gangguan irama jantung atau aritmia, mobilitas jarak jauh memerlukan perencanaan matang guna menghindari risiko fatal.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia dari Heartology Cardiovascular Hospital, Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), menegaskan bahwa pasien aritmia sebenarnya tetap bisa menikmati perjalanan mudik. Syarat utamanya adalah kondisi jantung harus dalam keadaan stabil dan terkontrol.

“Sebagian besar pasien aritmia aman melakukan perjalanan jauh. Namun, faktor pemicu seperti kelelahan ekstrem, dehidrasi, stres selama di perjalanan, hingga kelalaian mengonsumsi obat dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar atau pusing secara tiba-tiba,” jelas dr. Dicky melalui keterangannya pada hari Senin (16/3).

Merujuk pada berbagai panduan klinis internasional, perjalanan jauh termasuk melalui jalur udara umumnya aman bagi pasien yang stabil secara klinis. Untuk memastikan keamanan tersebut, berikut adalah panduan praktis yang perlu diperhatikan:

Strategi Mudik Aman bagi Pengidap Aritmia

1. Konsultasi Pra-Keberangkatan.

Sangat disarankan bagi pasien untuk melakukan evaluasi medis sebelum berangkat. Dokter akan memastikan apakah kondisi jantung cukup stabil dan dosis obat yang dikonsumsi sudah optimal untuk menghadapi tekanan perjalanan.

2. Manajemen Logistik Obat

Pastikan membawa persediaan obat yang cukup dalam tas yang mudah dijangkau. Pasien juga disarankan membawa stok cadangan untuk mengantisipasi jika terjadi keterlambatan perjalanan (delay atau macet total) agar jadwal konsumsi obat tidak terputus.

3. Prioritaskan Kualitas Istirahat

Stres fisik akibat kurang tidur adalah musuh utama penderita jantung. Pastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan guna meminimalkan risiko kambuhnya gangguan irama jantung.

4. Hidrasi dan Pola Makan Bijak

Dehidrasi dapat mengganggu keseimbangan elektrolit yang memengaruhi detak jantung. Pasien dianjurkan memperbanyak minum air putih dan sangat disarankan menghindari minuman berkafein atau suplemen energi yang dapat memicu jantung berdebar kencang.

5. Peregangan Berkala

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Wali Kota Bandung Sebut Pem...
Daerah
BNN Kota Bandung Ajak Masya...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.