Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

600 Ribu Indukan Ayam Dibutuhkan Agar Aceh Tamiang Swasembada Telur

📅 Senin, 16 Mar 2026, 05:38 WIB | Oleh:
600 Ribu Indukan Ayam Dibutuhkan Agar Aceh Tamiang Swasembada Telur Doc: Antara Foto
Ket. Pekerja mengumpulkan dan membawa telur ayam ras hasil budi daya di peternakan Faradilla Farm, Aceh Besar, Aceh,

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang Syaiful Bahri menyatakan, daerah tersebut membutuhkan populasi sekitar 600 ribu indukan ayam untuk mewujudkan swasembada telur.

Tingginya harga telur ayam di Aceh Tamiang karena pasokannya masih bergantung dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

"Saat ini Aceh Tamiang masih bergantung hingga 95 persen pada pasokan telur ayam dari Sumatera Utara," kata Syaiful Bahri, di Aceh Tamiang, Sabtu.

Syaiful menyebutkan, saat ini harga di tingkat produsen (kandang), telur kategori premium menyentuh angka Rp2.000 hingga Rp2.100 per butir. Kondisi ini mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp1.700-Rp1.800 per butir.

Wakil Rakyat ini juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh siklus peremajaan indukan (re-stocking) yang dilakukan peternak pada awal tahun dan Ramadhan.

"Banyak indukan yang baru diganti, sehingga produksi belum stabil. Di sisi lain, permintaan menjelang Lebaran meningkat drastis," ujarnya.

Dirinya mengatakan, Aceh Tamiang membutuhkan populasi sekitar 500 ribu hingga 600 ribu indukan ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat secara mandiri. Jumlah tersebut untuk melepaskan ketergantungan pasokan dari luar provinsi, terutama dari Sumatera Utara.

Dirinya menuturkan, proyek percontohan (pilot project) peternakan ayam petelur di Aceh Tamiang sejauh ini baru mampu memenuhi 5 persen dari total kebutuhan daerah. Dengan produksi sekitar 8.000 butir per hari, angka tersebut masih jauh dari ideal. 

Saat ini, pusat pengembangan baru ada terkonsentrasi di Desa Air Masin, Kecamatan Seruway, dengan total tujuh kandang berkapasitas 5.000–6.000 ekor per unit.

"Dari tujuh kandang tersebut, lima sudah beroperasi dan dua lainnya dalam tahap konstruksi. Target kami adalah mencapai populasi 50 ribu hingga 60 ribu ekor," kata Syaiful yang juga penggagas industri ayam petelur di Aceh Tamiang.

Keunggulan bahan baku

Menurut dia, Aceh Tamiang sejatinya memiliki keunggulan kompetitif pada sektor hulu pakan. Karena sekitar 70 persen bahan baku berupa jagung dan dedak padi melimpah di Aceh.

Peluang ini seharusnya dapat menekan biaya produksi jika dikelola dengan industri pengolahan pakan lokal, sehingga peternak tidak lagi bergantung pada pakan pabrikan dari Sumatera Utara.

Karena itu, dalam rangka memulihkan ekonomi pascabanjir, Syaiful mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan untuk menggulirkan program stimulus, baik berupa bantuan bibit maupun pembangunan infrastruktur kandang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.