Zendhy Kusuma Hormati Perhatian DPR, Ingatkan Dampak Cyberbullying dalam Kasus Bibi Kelinci
📅 Kamis, 12 Mar 2026, 01:50 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Istimewa
Zendhy Kusuma menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik setelah polemik antara dirinya dan restoran Bibi Kelinci menjadi perhatian luas, termasuk dibahas dalam rapat dengar pendapat di DPR.
Dalam siaran langsung melalui media sosial, Zendhy menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada September tahun lalu ketika ia dan keluarganya datang sebagai konsumen ke sebuah restoran dan harus menunggu pesanan dalam waktu cukup lama.
Ia mengakui bahwa dalam situasi tersebut emosi sempat muncul.
“Saya menyadari bahwa dalam kondisi lapar dan emosi, mungkin ada sikap kami yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik. Untuk itu saya kembali menyampaikan permohonan maaf,” ujar Zendhy.
Menurutnya, persoalan yang pada awalnya merupakan kejadian antara konsumen dan restoran kemudian berkembang menjadi perkara hukum sekaligus perbincangan luas di media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Zendhy mengatakan situasi tersebut menjadi pengalaman yang tidak mudah bagi semua pihak yang terlibat.
“Situasi ini tentu membuat kami semua bersedih. Hal yang awalnya sederhana menjadi sangat sulit bagi semua pihak,” katanya.
Ia juga menyoroti tekanan yang dialami dirinya dan keluarga selama beberapa bulan terakhir akibat berbagai komentar dan perbincangan di media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Zendhy, banyak tuduhan, komentar keras, hingga penyebaran informasi pribadi yang muncul selama polemik tersebut berlangsung.
“Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun, tetapi pengalaman ini membuat kami memahami betapa kuatnya dampak media sosial terhadap kehidupan seseorang,” ujarnya.
Zendhy menilai sebuah peristiwa yang awalnya kecil dapat dengan cepat berkembang menjadi gelombang opini besar ketika masuk ke ruang digital.
Ia bersyukur karena pada akhirnya perkara tersebut dapat diselesaikan melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian.
“Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah memfasilitasi proses mediasi sehingga persoalan ini dapat dinyatakan selesai,” kata Zendhy.
Ia juga menyampaikan penghormatan atas perhatian DPR yang turut menyoroti kasus tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!