Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendagri Usulkan Dibuatnya  Indeks Perlindungan Anak di Ruang Digital

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 17:35 WIB | Oleh:
Mendagri Usulkan Dibuatnya  Indeks Perlindungan Anak di Ruang Digital Doc: RRI/Josua Sihombing
Ket. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tengah)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan indeks khusus perlindungan anak di ruang digital. Menurut dia, indeks akan ditujukan kepada pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Indeks tersebut bertujuan mengukur kepedulian pemerintah daerah terhadap perlindungan anak, khususnya dalam menghadapi risiko dan dampak negatif ruang digital.

Kebijakan ini berkaitan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2026. Aturan itu dikenal sebagai kebijakan perlindungan anak di ruang digital atau PP Tunas.

“Saya menyarankan kita membuat indeks daerah peduli perlindungan anak. Indeks ini mengukur perlindungan dari dampak negatif sistem elektronik," kata Tito di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Rabu (11/3).

Menurut dia, indeks akan mendorong pemerintah daerah meningkatkan kebijakan perlindungan anak. Setiap daerah akan berupaya memperbaiki kinerja agar tidak berada di posisi bawah.

Ia menilai hasil indeks dapat memengaruhi penilaian publik terhadap kepala daerah. Kinerja rendah berpotensi berdampak pada tingkat elektabilitas mereka.

“Otomatis daerah akan berlomba meningkatkan perlindungan anak. Jika posisi rendah, elektabilitas kepala daerah bisa menurun," ujar dia.

Selain itu, Kemendagri juga menyiapkan dukungan pelaksanaan kebijakan hingga daerah. Salah satunya melalui penerbitan Surat Edaran kepada pemerintah daerah.

Surat Edaran tersebut menjadi aturan teknis pelaksanaan kebijakan perlindungan anak. Daerah juga dapat menyesuaikan kebijakan sesuai karakter wilayah masing-masing.

Ia menilai daerah dapat menggunakan kearifan lokal dalam menyusun aturan perlindungan anak. “Kami akan memberi surat edaran kepada pemerintah daerah,” ucap Tito. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.