Ciri-Ciri Mata Katarak: Kenali Gejalanya Sejak Dini dan Cara Mengatasinya
📅 Kamis, 12 Mar 2026, 22:50 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPenurunan kualitas penglihatan sering kali dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Banyak orang memilih beradaptasi dengan penglihatan yang mulai buram tanpa mencari tahu penyebab pastinya. Padahal, perubahan tersebut bisa menjadi tanda awal gangguan mata yang memerlukan penanganan medis, salah satunya adalah katarak.
Katarak berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan keluhan yang mencolok pada tahap awal. Inilah sebabnya banyak penderita baru menyadari kondisinya ketika penglihatan sudah sangat terganggu dan aktivitas sehari-hari tidak lagi dapat dilakukan dengan nyaman.
Katarak adalah Gangguan Mata yang Umum Dialami Lansia
Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih mengalami kekeruhan. Lensa berperan penting dalam memfokuskan cahaya ke retina agar mata dapat melihat dengan jelas. Saat lensa menjadi keruh, cahaya tidak dapat masuk dan terfokus dengan optimal, sehingga penglihatan menjadi buram, berkabut, atau seperti tertutup asap.
Kondisi ini paling sering terjadi pada usia lanjut karena berkaitan dengan proses penuaan alami. Seiring bertambahnya usia, struktur protein pada lensa mata dapat berubah dan menggumpal, menyebabkan lensa kehilangan kejernihannya secara bertahap.
Secara global, katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan. Laporan World Report on Vision yang dirilis World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 menyebutkan bahwa sekitar 2,2 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan penglihatan, dan sebagian besar kasus tersebut sebenarnya dapat dicegah atau diobati melalui intervensi medis yang tepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Indonesia, situasinya pun tidak jauh berbeda. Data dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) menunjukkan bahwa katarak masih menjadi penyebab kebutaan tertinggi, terutama pada kelompok usia di atas 50 tahun. Fakta ini menegaskan bahwa katarak masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan mata masyarakat.
Apa Saja Penyebab Katarak?
Penyebab utama katarak adalah pertambahan usia. Perubahan alami pada struktur protein lensa mata membuat lensa menjadi kurang transparan dan kehilangan kemampuannya dalam meneruskan cahaya secara optimal.
Selain faktor usia, katarak juga dapat dipengaruhi oleh paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang. Sinar matahari yang mengenai mata tanpa perlindungan dapat mempercepat kerusakan lensa, terutama pada mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi medis tertentu seperti diabetes berperan dalam meningkatkan risiko katarak. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat mempercepat perubahan pada lensa mata dan menyebabkan katarak muncul lebih dini.
Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti kortikosteroid, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga diketahui berkontribusi terhadap terbentuknya katarak. Pada sebagian kecil kasus, katarak dapat disebabkan oleh cedera mata atau bahkan sudah ada sejak lahir.
Katarak Tidak Bisa Dicegah, Tapi Bisa Diminimalisir Risikonya
Hingga saat ini, belum ada cara yang benar-benar dapat mencegah katarak, terutama yang berkaitan dengan proses penuaan. Meski demikian, risiko terjadinya katarak atau kecepatan perkembangannya dapat diminimalkan dengan menjaga kesehatan mata dan menerapkan gaya hidup sehat.
Melindungi mata dari paparan sinar matahari merupakan langkah penting yang sering kali diabaikan. Penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV saat beraktivitas di luar ruangan dapat membantu mengurangi dampak buruk sinar ultraviolet terhadap lensa mata.
Pola makan sehat juga berperan dalam menjaga kesehatan mata. Konsumsi makanan yang kaya antioksidan, vitamin, dan mineral membantu menjaga fungsi sel-sel mata tetap optimal. Selain itu, mengontrol penyakit kronis seperti diabetes secara rutin dapat membantu memperlambat perubahan pada lensa mata.
Tak kalah penting, pemeriksaan mata secara berkala menjadi kunci deteksi dini katarak. Dengan pemeriksaan rutin, perubahan kecil pada lensa mata dapat terdeteksi sebelum gangguan penglihatan terasa semakin berat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!