Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tips Aman Mudik Lebaran Ketika Menggunakan Kendaraan Pribadi

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tips Aman Mudik Lebaran Ketika Menggunakan Kendaraan Pribadi Doc: Antara
Ket. Arsip Foto - Kendaraan para pemudik memadati jalan raya Bandar Kedungmulyo di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, Minggu (6/4/2025).

Jakarta - Pakar keselamatan jalan raya dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menyampaikan beberapa hal yang sebaiknya diantisipasi oleh warga yang hendak mudik Lebaran menggunakan kendaraan pribadi.

"Karakter perjalanan mudik di Indonesia ini ada tiga, seperti waktu, kondisi yang lelah hingga membawa barang yang berlebih," katanya dalam acara jumpa media bersama Jetour di Jakarta, Selasa (10/3).

Ia menyampaikan bahwa perjalanan pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan beroda dua maupun kendaraan beroda empat menjelang Lebaran biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pada hari-hari biasa.

"Perjalanan mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah maupun Timur itu rata-rata membutuhkan waktu yang lebih lama. Misal kita mau ke Semarang, kalau hari-hari biasa itu bisa ditempuh dengan waktu 6-7 jam saja. Kalau pada momentum mudik Lebaran ini bisa sampai 12 jam lebih," ia menjelaskan.

Perjalanan yang lebih panjang akan melelahkan bagi pengemudi maupun penumpang kendaraan, apalagi mereka yang sedang berpuasa.

"Letih dan lelah menjadi teman perjalanan. Karena waktu yang cukup lama, sehingga muncul masalah tersebut, yang tidak boleh disepelekan oleh pengendara," kata Jusri.

Guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selama mudik, pengguna kendaraan pribadi disarankan menyiapkan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan dan mengatur waktu istirahat selama perjalanan.

Orang-orang yang mudik menggunakan kendaraan pribadi biasanya membawa cukup banyak bekal dan oleh-oleh.

Jusri menyarankan pemudik mengupayakan barang bawaan tidak melampaui kapasitas muat kendaraan.

"Kebiasaan membawa barang banyak pada saat mudik ini, mengakibatkan dampak buruk bagi kendaraan. Karena muatan berlebih ini dapat mengakibatkan mobil itu cepat rusak dan juga konsumsi BBM menjadi lebih meningkat," kata dia.

Kementerian Perhubungan memperkirakan sebanyak 143,9 juta orang melakukan perjalanan pada masa mudik Lebaran 2026.

Polri memprediksi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 memuncak pada 14 sampai 15 Maret dan 18 sampai 19 Maret.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.