Putus Jeratan Rentenir: Menteri P2MI Resmikan KUR Penempatan Pekerja Migran, Bunga 6 Persen
📅 Rabu, 11 Mar 2026, 14:32 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi meluncurkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia Tahun 2026.
Peluncuran yang digelar di Kantor KP2MI Jakarta Selatan, Rabu 11 Maret 2026, menjadi tonggak penting dalam upaya negara menyediakan akses pembiayaan yang aman, mudah, dan terjangkau bagi para pejuang keluarga di luar negeri.
Menteri Mukhtarudin, menegaskan bahwa program ini merupakan jawaban atas tantangan finansial yang sering dihadapi calon Pekerja Migran selama masa pra penempatan. Dengan adanya KUR ini, diharapkan praktik pinjaman nonformal dengan bunga tinggi yang mencekik pekerja migran dapat dieliminasi.
*Keunggulan Skema dan Transformasi Kebijakan*
Menteri Mukhtarudin memaparkan bahwa KUR Penempatan tahun ini menawarkan suku bunga yang sangat ringan, yakni 6 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan bunga komersial yang mencapai 12 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan pembiayaan dengan plafon maksimal hingga Rp100 juta dan jangka waktu hingga tiga tahun. Dana ini dapat digunakan untuk menutup biaya pelatihan, sertifikasi, dokumen, hingga tiket keberangkatan," ujar Mukhtarudin.
Peluncuran KUR ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri P2MI Christina Aryani, Sekjen P2MI Komjend Dwiyono Wibowo, serta perwakilan dari Kemenko Perekonomian dan Kementerian UMKM.
Sebanyak 17 lembaga penyalur, termasuk Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, hingga berbagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan bank swasta seperti Bank Sinarmas dan Bank Artha Graha, berkomitmen mendukung program ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Mukhtarudin juga menyoroti perubahan signifikan dalam tata kelola anggaran. Sejak akhir Desember 2025, kewenangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) telah dialihkan dari Kementerian UMKM ke Kementerian P2MI.
Transformasi ini memperkuat mandat kementerian dalam memberikan perlindungan menyeluruh, mulai dari sebelum, saat, hingga purna penempatan.
*Target dan Sebaran Penyaluran*
Direktur Jenderal Penempatan P2MI, Ahnas, dalam laporan pelaksanaannya menyebutkan bahwa target penyaluran KUR Penempatan tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp393,5 miliar.
"Kami berkomitmen memperluas jangkauan pembiayaan. Jika pada tahun 2025 pemanfaatan masih didominasi oleh program magang, maka pada tahun 2026 ini kami targetkan akses yang lebih luas bagi seluruh calon Pekerja Migran," beber Ahnas.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menggandeng 17 lembaga penyalur yang terdiri dari bank nasional, bank syariah, dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Beberapa di antaranya adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, Bank BJB, Bank Jateng, hingga Bank Papua dan Bank Sinarmas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!