Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Tak Berguna Menuju Benteng Pertahanan Medis

25 Rabu, 11 Mar 2026, 07:19 WIB | Oleh:
Dari Tak Berguna Menuju Benteng Pertahanan Medis Dari Tak Berguna Menuju Benteng Pertahanan Medis Doc: foto Freepik
Ket. Seorang pria duduk di tempat tidur karena sakit perut dan menekan perutnya dengan kedua tangannya.

SELAMA lebih dari satu abad, usus buntu atau apendiks kerap dipandang sebelah mata dalam dunia medis. Berangkat dari catatan Charles Darwin dalam The Descent of Man, organ kecil ini dicap sebagai peninggalan sisa-sisa (vestigial) yang tidak lagi berguna bagi manusia modern. Namun, penelitian terbaru justru mengungkap kisah yang jauh lebih heroik: usus buntu bukanlah kesalahan alam, melainkan sebuah inovasi evolusi yang terus dipertahankan.

Darwin awalnya menduga usus buntu adalah sisa dari sekum (bagian awal usus besar) yang menyusut karena nenek moyang manusia beralih dari pola makan pemakan tumbuhan yang masif ke pola makan yang lebih mudah dicerna. Namun, para biolog modern menemukan sebuah anomali yang mematahkan tesis tersebut.

Berdasarkan studi perbandingan terhadap 361 spesies mamalia, usus buntu ditemukan telah berevolusi secara independen setidaknya 32 kali di berbagai garis keturunan mulai dari primata, marsupial seperti koala, hingga hewan pengerat.

Fenomena tersebut dikenal sebagai evolusi konvergen. Dalam hukum alam, jika sebuah organ terus muncul berulang kali di berbagai spesies yang berbeda, hal itu menandakan bahwa organ tersebut memberikan keuntungan adaptif yang signifikan bagi kelangsungan hidup.

‘Safe House’ bagi Mikrobioma

Pertanyaan besarnya kemudian muncul: apa gunanya organ yang seringkali hanya manusia ingat saat ia meradang? Jawabannya terletak pada ekosistem bakteri di dalam perut.

Para peneliti, termasuk Profesor Phil Starks dari Universitas Tufts, mengusulkan teori “Safe House” atau tempat perlindungan. Usus buntu berfungsi sebagai bunker rahasia bagi bakteri baik. Di dalamnya, terdapat lapisan biofilm yang menjaga koloni mikrobioma tetap aman.

Ketika tubuh terserang infeksi saluran pencernaan yang parah seperti diare akut yang menyapu bersih isi usus besar bakteri baik yang bersembunyi di usus buntu tetap selamat. Setelah badai infeksi berlalu, mereka akan keluar dari bunker tersebut untuk melakukan repopulasi atau mengisi kembali usus dengan bakteri bermanfaat. Ini adalah mekanisme pemulihan alami yang krusial untuk mencegah malnutrisi dan peradangan berkepanjangan.

Meski memiliki masa lalu yang cemerlang, nasib usus buntu di abad ke-21 tampak ironis. Di lingkungan leluhur yang minim sanitasi, usus buntu adalah pahlawan yang meningkatkan harapan hidup. Namun, di dunia modern dengan air bersih, antibiotik, dan standar higienitas yang tinggi, tekanan evolusi untuk mempertahankan fungsi “bunker” ini berkurang drastis.

Kini, risiko medis dari usus buntu seperti apendisitis atau radang akut seringkali dianggap lebih besar daripada manfaatnya. Inilah yang disebut dalam kedokteran evolusioner sebagai ketidaksesuaian (mismatch) antara adaptasi masa lalu dengan lingkungan saat ini. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Main Cemerlang, Janice Tjen Juara Japan Open 2026  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Main Cemerlang, Janice Tjen...

Caretaker Arema Tampil Perdana Menghadapi Lawan Berat

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Caretaker Arema Tampil Perd...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.