Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Ambruk 53 Poin! Pasar Panik Jelang Keputusan The Fed

📅 Selasa, 09 Des 2025, 17:42 WIB | Oleh:
IHSG Ambruk 53 Poin! Pasar Panik Jelang Keputusan The Fed Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (27/10) ditutup melemah 154,57 poin atau 1,87 persen ke level 8.117,15.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali terseret ke zona merah pada penutupan perdagangan Selasa, tertekan aksi profit taking dan pelemahan bursa Asia menjelang keputusan suku bunga The Fed.

Meski sempat dibuka menguat, indeks tak mampu bertahan dan berbalik melemah hingga akhir sesi.

IHSG ditutup melemah 53,51 atau 0,61 persen ke posisi 8.657,18. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,01 poin atau 0,82 persen ke posisi 848,06.

“Pelemahan indeks disinyalir akibat profit taking setelah mencapai level tertinggi baru dan sentimen negatif dari indeks bursa kawasan Asia yang cenderung melemah menjelang pertemuan The Fed,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, peluang penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed mencapai 89 persen, menurut FedWatch CME.

The Fed bersiap menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 9-10 Desember 2025, untuk menentukan kebijakan suku bunga acuannya.

Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik ke level 124 pada November 2025, dari sebelumnya di level 121,2 pada Oktober 2025, yang merupakan level tertinggi sejak Februari 2025 ditopang oleh kenaikan semua sub indeks utama.

Selanjutnya, pelaku pasar akan menantikan data retail sales bulan Oktober 2025 yang diperkirakan tumbuh dengan akselerasi sebesar 4 persen year on year (yoy), setelah meningkat 3,7 persen (yoy) pada September 2025.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 1,48 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor teknologi yang naik masing-masing sebesar 1,03 persen dan 0,39 persen.

Sedangkan, delapan sektor melemah yaitu sektor industri yang sektor barang baku turun paling dalam sebesar 1,43 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing turun 0,95 persen dan 0,94 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DOOH, BMHS, DGNS, BOGA, dan INET. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PURI, KOKA, NAYZ, MEJA, dan PGJO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.115.997 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 54,21 miliar lembar saham senilai Rp26,17 triliun. Sebanyak 250 saham naik, 432 saham menurun, dan 119 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1.198,06 poin atau 2,40 persen ke 48.625,88, indeks Hang Seng melemah 496,48 poin atau 1,97 persen ke 25.716,57, indeks Shanghai melemah 1,87 poin atau 0,05 persen ke 3.836,77, dan indeks Strait Times menguat 27,49 poin atau 0,62 persen ke 4.496,07.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Oman Tunda Pertemuan Darura...
Luar Negeri
Mau Buka Selat Hormuz, Iran...

Warga Rusunawa Desak Pengusiran Dihentikan

2 jam lalu | Paundra Zakirulloh

Megapolitan
Warga Rusunawa Desak Pengus...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.