Bukan Sekadar Sisa Evolusi, Terungkap Fungsi Tersembunyi Usus Buntu
📅 Rabu, 11 Mar 2026, 06:52 WIB | Oleh: Haryo BronoNamun, beberapa studi skala besar tidak menemukan penurunan kesuburan setelah pengangkatan usus buntu. Menariknya, dalam beberapa kasus, peneliti justru menemukan sedikit peningkatan tingkat kehamilan.
Hal ini menegaskan bahwa meskipun organ ini memiliki fungsi imun dan mikrobial, ia tidak secara signifikan memengaruhi kebugaran reproduksi manusia.
Ketidaksesuaian Evolusi dalam Kehidupan Modern
Meskipun memiliki sejarah evolusi yang heroik, peran usus buntu di era modern cenderung marginal. Darwin mungkin meremehkan sejarah organ ini, tetapi instingnya tepat dalam konteks medis kontemporer: beberapa fitur biologis manusia jauh lebih krusial di lingkungan purba ketimbang di dunia saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Manusia purba hidup dalam kondisi sanitasi minim yang rentan terhadap wabah diare mematikan. Dalam konteks tersebut, usus buntu yang mampu memulihkan mikrobioma secara cepat memberikan keuntungan kelangsungan hidup yang sangat besar.
“Namun, selama seabad terakhir, air bersih, sanitasi yang lebih baik, dan antibiotik telah drastis mengurangi kematian akibat penyakit diare,” ujar Starks. Akibatnya, tekanan evolusi yang dulu menguntungkan usus buntu kini meredup. Sementara itu, risiko medis seperti peradangan akut (apendisitis) tetap ada.
Inilah prinsip inti dalam kedokteran evolusioner: evolusi mengoptimalkan kelangsungan hidup di lingkungan leluhur, bukan kenyamanan atau umur panjang di lingkungan modern. Usus buntu bukanlah “suku cadang” yang disertakan tanpa tujuan, tetapi juga bukan organ yang tak tergantikan saat ini. Memahami warisan evolusi ini membantu kedokteran modern membuat keputusan yang lebih bijak terkait kesehatan manusia. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!