Iran Bersumpah akan Terus Berjuang Melawan AS-Israel dan Memblokir Seluruh Pengiriman Minyak dari Teluk
📅 Selasa, 10 Mar 2026, 19:30 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Kematian, api, dan amarah akan menimpa mereka — tetapi saya berharap, dan berdoa, agar itu tidak terjadi!" tulisnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga memperkirakan bahwa konflik akan berlanjut, dan menyatakan harapan bahwa rakyat Iran akan memanfaatkan kesempatan untuk menggulingkan pemerintah Iran.
"Aspirasi kami adalah membawa rakyat Iran untuk melepaskan diri dari belenggu tirani. Pada akhirnya, itu tergantung pada mereka. Tetapi tidak diragukan lagi bahwa, dengan tindakan yang telah diambil sejauh ini, kami sedang menghancurkan tulang-tulang mereka, dan kami belum selesai," katanya, saat berkunjung ke Pusat Komando Kesehatan Nasional.
Pada hari Senin, harga minyak dunia melampaui level simbolis 100 dolar per barel dan sempat naik 30 persen dalam sehari, sebelum kemudian turun drastis setelah intervensi Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam upaya untuk menenangkan harga, presiden mengatakan dia akan mencabut beberapa sanksi terhadap minyak, setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Iran telah menargetkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, yang biasanya dilalui oleh hampir 20 persen minyak mentah dunia dari Teluk ke pasar dunia, terutama di Asia dan Eropa.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Senin bahwa negaranya dan sekutunya sedang mengerjakan misi "murni defensif" untuk membuka kembali selat tersebut, dengan tujuan mengawal kapal "setelah berakhirnya fase terpanas konflik".
Sebaiknya Anda baca juga:
Andil Turki
Sementara itu, Turki mengatakan NATO mengerahkan sistem pertahanan udara Patriot di tengah negara itu setelah dua rudal balistik dicegat di wilayah udaranya sejak awal perang.
Empat pejuang dari kelompok Kataeb Imam Ali yang didukung Teheran tewas pada hari Selasa dalam serangan udara di Irak utara, demikian diumumkan oleh faksi bersenjata tersebut.
Kelompok tersebut mengatakan para pejuangnya tewas dalam "agresi Amerika" terhadap posisi mereka di distrik Debs, provinsi Kirkuk.
Perang telah meluas jauh melampaui perbatasan Iran, menyeret tidak hanya negara-negara tetangganya di Teluk tetapi juga Lebanon, tempat Israel melakukan serangan baru pada hari Selasa. SB/AFP
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!