Trump: Iran Berjanji Tidak Tembaki Negara Tetangganya Lagi
📅 Senin, 09 Mar 2026, 01:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: SAUL LOEB/AFP
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengeklaim bahwa Iran telah meminta maaf kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan berjanji tidak akan menyerang mereka lagi setelah menghadapi serangan berkelanjutan dari AS dan Israel.
“Iran, yang sedang dihantam habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan berjanji tidak akan lagi menembaki mereka,” kata Trump melalui media sosial miliknya, Truth Social, Sabtu (7/3).
Ia menambahkan bahwa ini pertama kalinya dalam ribuan tahun Iran kalah dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya” sehingga mereka berterima kasih kepada dirinya.
“Mereka mengatakan 'terima kasih Presiden Trump' dan saya menjawab 'sama-sama,” klaim Trump.
Menurut Trump, Iran kini tidak lagi bisa menjadi “perundung Timur Tengah’. Sebaliknya, negara itu telah kalah dan akan tetap seperti itu selama beberapa dekade hingga mereka menyerah dan runtuh,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, RIA Novosti melaporkan bahwa Trump itu akan melakukan serangan besar-besaran pada Sabtu. Ia juga mengancam akan melakukan penghancuran total terhadap sejumlah wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak menjadi target serangan.
“Hari ini Iran akan dihantam sangat keras. Wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target kini sedang dipertimbangkan untuk dihancurkan sepenuhnya,” kata Trump di Truth Social.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Teheran atau negara-negara Teluk terkait pernyataan Trump tentang permintaan maaf Iran tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani sebelumnya menegaskan bahwa Iran akan terus membela diri hingga agresi dan tindakan barbar Amerika Serikat dan Israel dihentikan.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari yang dilaporkan menewaskan lebih dari 900 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sedikitnya 165 siswi sekolah.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan lokasi-lokasi yang terkait dengan AS di negara-negara Teluk.
Ambil Alih Fasilitas Nuklir
AS sendiri sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih sementara kendali atas beberapa fasilitas nuklir di Iran sebagai salah satu opsi untuk menangani program nuklir negara tersebut.
Ada “rencana kontinjensi untuk sementara menduduki lokasi tertentu,” kata seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada situs berita AS Semafor, sebagaimana dilaporkan RIA Novosti pada Minggu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!