Tragedi Longsor Bantargebang Telan Korban Jiwa, BNPB Wanti-wanti Bahaya Susulan Menanti
📅 Senin, 09 Mar 2026, 20:28 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Darryl Ramadhan
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan peringatan keras terkait tingginya risiko longsor susulan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, menyusul stabilitas timbunan sampah yang masih labil di Zona 4.
Hingga Senin (9/3), tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu dan cuaca ekstrem untuk mencari lima korban yang masih tertimbun material sampah pascakejadian maut pada Minggu siang.
Dengan pengerahan alat berat dan anjing pelacak (K9), operasi kemanusiaan ini fokus pada area warung dan truk sampah yang hancur, sembari memperketat protokol keselamatan bagi ratusan personel di lapangan guna menghindari jatuhnya korban tambahan di tengah ancaman hujan deras yang diprediksi masih akan mengguyur wilayah Jabodetabek.
“Tim di lapangan diinstruksikan untuk menjalankan protokol keselamatan secara ketat agar tidak menambah korban jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin.
Longsor gunung sampah terjadi di Zona 4 TPST Bantargebang pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut juga menyebabkan sejumlah truk sampah dan bangunan warung di sekitar lokasi tertimbun material.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Unit Siaga SAR Bekasi, dan BPBD Provinsi Jakarta, langsung melakukan proses evakuasi serta pendataan kerugian materiil setelah kejadian.
Sementara itu Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan operasi pencarian korban masih terus berlangsung dengan melibatkan ratusan personel SAR gabungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hari ini Senin sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi,” kata dia.
Data sementara menunjukkan jumlah korban terdampak mencapai 13 orang, terdiri atas empat orang meninggal dunia, empat orang selamat, dan lima orang lainnya masih dalam pencarian.
Korban selamat masing-masing Budiman, Johan, Safifudin, dan Slamet.
Sementara korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi yakni Enda Widayanti (25) pemilik warung, Sumine (60) pemilik warung, Dedi Sutrisno sopir truk asal Karawang. serta Irwan Supriatin sopir truk.
Adapun lima korban yang masih dalam pencarian yaitu Riki, Hardianto, Ato, Dofir, dan satu korban yang belum teridentifikasi.
Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan sekitar 336 personel SAR gabungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!