Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rencana Mudik yang Aman untuk Penderita GERD

📅 Kamis, 05 Mar 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rencana Mudik yang Aman untuk Penderita GERD Doc: Antara
Ket. Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi–hepatologi FK UI RSCM Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH.

Jakarta - Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi–hepatologi FK UI RSCM Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH menyarankan agar penderita GERD melakukan perjalanan mudik di malam hari atau dalam kondisi tidak berpuasa agar tetap aman dan tidak kambuh diperjalanan.

“Saya anjurkan sebaiknya dia melakukan perjalanan mudik di malam hari ya, artinya tidak dia kondisi berpuasa. Karena terus terang saja kalau dia melakukan perjalanan di siang hari misalnya, pasti terkuras ya energinya segala macemnya,” kata Ari dalam acara diskusi kesehatan dengan Primaya Hospital di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan penderita GERD juga disarankan membawa makanan sendiri dari rumah dan tidak makan sembarangan atau jajan makanan dari luar karena tidak terjamin kebersihannya.

Ari mengatakan pada saat lebaran, banyak rumah sakit di daerah yang penuh dengan pasien keluhan GERD atau maag karena tidak menjaga kebersihan makanan. Beberapa jenis makanan yang memicunya adalah gorengan, coklat atau keju.

Ari juga mengimbau untuk mengurangi makan gorengan pada saat melakukan perjalanan mudik bagi penderita GERD.

Selain karena makanan, GERD juga bisa dipicu karena faktor stres berlebihan, maka disarankan membawa gawai atau perlengkapan yang bisa menjaga kondisi mental pemudik tetap baik dan mengurangi stres karena macet saat perjalanan mudik.

“Karena udah pasti kan ini macet jalan ini, jadi dia juga mesti siap dengan gawai, ada powerbanknya, artinya terjaga terus sehingga ada waktu, walaupun dia macet tapi ada aktivitasnya yang dilakukan sehingga stresnya juga berkurang," katanya.

Hal lain yang juga jangan dilupakan penderita GERD saat melakukan perjalanan mudik adalah membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi untuk meredakan atau menetralkan asam lambung. Karena kondisi diperjalanan akan tidak terprediksi dan dikhawatirkan tidak menemukan apotik terdekat jika sewaktu-waktu GERD kambuh.​​​​​​

GERD memiliki gejala diantaranya heartburn, nyeri dada, dan mulut terasa pahit. Selain itu faktor risiko yang menyebabkan GERD semakin parah antara lain usia biasanya di atas 40 tahun, merokok dan indeks massa tubuh di atas 30 yang dikategorikan sebagai obesitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

35 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.