Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Targetkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Tuntas dalam Tiga Tahun

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 08:10 WIB | Oleh:
BNPB Targetkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Tuntas dalam Tiga Tahun Doc: antara foto
Ket. Kepala BNPB Suharyanto di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (4/3).

KABUPATEN TANAH DATAR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera yang terjadi di akhir November 2025 ditargetkan tuntas dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

"Secara nasional telah ditetapkan beberapa waktu lalu bahwa target penyelesaian tuntas bencana Sumatera ini ialah dalam kurun waktu tiga tahun," kata Kepala BNPB Suharyanto di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (4/3).

Kepala BNPB mengatakan hal tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Induk Rehabilitasi Rekonstruksi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang mana datanya dikunci per 9 Februari 2026, dan tertera di masing-masing kementerian dan lembaga.

Untuk saat ini, ujar dia, sebagian hunian tetap untuk masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor telah dibangun di beberapa kabupaten dan kota yang bersifat komunal.

"Ini terpusat dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kemudian ada pula bantuan dari Buddha Tzu Chi dan sebagian dari Danantara," ujarnya.

Sementara, yang bersifat in situ dimana masyarakat yang ingin hunian tetap dibangun di atas tanahnya sendiri, maka akan dibangun langsung oleh BNPB.

"Jadi ini tidak menunggu hingga hunian sementara (huntara) penuh, melainkan secara paralel. Bagi yang sudah bisa menunjukkan tanahnya segera kami bangun," jelas dia.

Lebih lanjut, terkait masyarakat terdampak bencana yang rumahnya mengalami rusak ringan ataupun sedang dan belum mendapatkan dana stimulan, ia menyampaikan mereka bisa mengajukan ulang. Selanjutnya, pemerintah pusat akan menyusulkan bantuannya.

Khusus untuk wilayah Sumbar dana stimulan per Selasa (3/3) diberikan kepada 126 kepala keluarga (KK) dengan nilai mencapai Rp2,8 miliar. Sementara, untuk ketiga provinsi terdampak bencana pemerintah telah menggelontorkan hingga Rp205 miliar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.