Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sempat Putus Sekolah dan Berjualan Siomay, Habibi Kini Kembali Enyam Pendidikan

📅 Senin, 28 Sep 2026, 14:22 WIB | Oleh:
Sempat Putus Sekolah dan Berjualan Siomay, Habibi Kini Kembali Enyam Pendidikan Doc: antara foto
Ket. Jualan Siomay di Bintaro

JAKARTA - Suku Dinas Pendidikan (Sudindik) Jakarta Selatan (Jaksel) membantu anak yang sempat putus sekolah dan berjualan siomay, Habibi (12) bersama ibunya di kawasan Bintaro Sektor 1, Jakarta Selatan, untuk kembali melanjutkan pendidikan.

"Insya Allah nanti kita bantu masuk PKBM. Kami sudah komunikasi," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan Santoso di Jakarta, Senin (28/9).

Santoso mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga Habibi dan akan membantu anak tersebut melanjutkan pendidikan melalui Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kemudian, dia mengatakan rapor Habibi masih berada di sekolah asalnya di Cirebon. Setelah kelengkapan administrasi diperoleh, Habibi dapat melanjutkan pendidikan melalui SKB yang menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.

"Rapor-nya di Cirebon. Pindah ke SKB, yang biasa disebut sekolah kejar paket (A, B, C), tapi yang negeri," ucapnya.

Sebelumnya, Habibi memilih putus sekolah dan membantu ibunya berjualan siomay setelah sang ayah sakit sehingga tidak lagi dapat bekerja.

"Dia bilang, 'Saya sendirian jadi kasihan. Ya sudah, Ma, saya mau bantu Mama saja, kasihan Mama sendirian. Nanti gantian jualannya'," kata ibu Habibi, Wati Susilawati (35), saat ditemui.

Wati mengatakan Habibi sebelumnya bersekolah di Cirebon. Kemudian, saat libur sekolah pada bulan puasa, Habibi datang ke Jakarta dan berinisiatif membantu ibunya yang berjualan seorang diri.

Habibi dan ibunya kemudian bergantian menjaga dagangan. Habibi berjualan sejak pagi, sementara Wati datang setelah zuhur. Pada sore hingga malam, mereka kembali bergantian hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Wati mengatakan keputusan Habibi membantu berjualan tidak terlepas dari kondisi ayahnya yang telah sakit selama sekitar satu tahun.

Kondisi keluarga Habibi kemudian mendapat perhatian sejumlah pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Wati mengatakan Dedi mendorong agar suaminya menjalani operasi serta menjanjikan bantuan kebutuhan selama proses pengobatan.

Habibi juga diminta kembali bersekolah. Wati mengatakan anaknya bersedia melanjutkan pendidikan setelah rapor dari sekolah sebelumnya di Cirebon diambil.

"Katanya Habibi harus sekolah. Kata Habibi, 'Iya, saya mau sekolah lagi'," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.