Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Krisis Sampah Plastik, Nestle Indonesia Ajak Mahasiswa Bangun Sistem Sirkular

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 23:35 WIB | Oleh:
Atasi Krisis Sampah Plastik, Nestle Indonesia Ajak Mahasiswa Bangun Sistem Sirkular Doc: Nestle
Ket. Pada pemenang ajang #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition, sebuah kompetisi bisnis yang dirancang untuk mendorong generasi muda menjadi agen perubahan dalam pengelolaan kemasan yang lebih sirkular dan bertanggung jawab.

JAKARTA — Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Indonesia menghasilkan lebih dari 37 juta ton sampah setiap tahun, dengan kemasan plastik menyumbang sekitar 19% dari total timbulan nasional. Namun, tingkat daur ulang sampah baru mencapai sekitar 14%, dan sekitar 40% sampah masih belum terkelola secara optimal.

Tantangan pasca-konsumsi tersebut juga berkaitan dengan kesiapan sistem dan kebiasaan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Dari total sampah tahunan yang dihasilkan, SIPSN juga mencatat hanya 30% sampah yang dikelola melalui sistem formal pemerintah daerah.

Sementara itu sekitar 58% rumah tangga belum melakukan pemilahan sampah secara konsisten. Kondisi ini menegaskan pentingnya pendekatan yang mengintegrasikan inovasi kemasan, penguatan sistem, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas pengelolaan sampah.

Menanggapi keadaan tersebut Nestlé Indonesia mengajak mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di seluruh Indonesia untuk terlibat dalam ajang #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition, sebuah kompetisi bisnis yang dirancang untuk mendorong generasi muda menjadi agen perubahan dalam pengelolaan kemasan yang lebih sirkular dan bertanggung jawab.

Puncak kompetisi diselenggarakan pada 16 Februari 2026 melalui presentasi final secara luring di hadapan dewan juri, yang terdiri dari Founder & CEO Waste4Change, M. Bijaksana Junerosano; CEO & Co-Founder Rekosistem, Ernest Layman; Chair of the Management Board Indonesia Packaging Recovery Organization, Reza Andreanto; serta Head of Packaging Nestlé Indonesia, Emiliana Yulianti.

Kompetisi tersebut diselenggarakan untuk menjawab tantangan kemasan berkelanjutan di Indonesia yang tidak hanya terletak pada desain dan material, tetapi juga pada kesenjangan antara potensi daur ulang dan realitas pengelolaan sampah pasca-konsumsi.

#GreenGeneration Sustainability Business Case Competition dirancang menjadi bagian dari komitmen global Nestlé untuk membantu melindungi, memperbaiki, dan memperbaharui sumber daya alam demi generasi mendatang.

“Nestlé Indonesia terus berkomitmen dalam menciptakan nilai bersama serta merealisasikan komitmen peta jalan keberlanjutan kami. Hal yang paling menginspirasi kami saat ini adalah melihat semangat dan pemikiran kritis para mahasiswa yang selaras dengan tujuan kami,” ujar Antonio Prochilo, Technical Director Nestlé Indonesia, melalui siaran pers pada hari Selasa (3/2).

Ia menambahkan, mahasiswa ditantang untuk menghadirkan ide-ide berbasis riset yang tidak hanya memperkaya perspektif Nestlé, tetapi juga mendorong untuk terus berkembang dan melangkah lebih jauh. Kreativitas dan kedalaman analisis mereka membuktikan bahwa generasi penerus siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi yang relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masa depan.

“Saya menyampaikan apresiasi dan selamat kepada para pemenang kompetisi business case ini, serta kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Setiap kontribusi yang diberikan menghadirkan wawasan berharga yang semakin memperkuat dan mempercepat perjalanan keberlanjutan kami demi generasi mendatang,” tambah Antonio.

Sejalan dengan hal tersebut, lebih dari sekadar kompetisi, #GreenGeneration menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan asosiasi industri penghasil sampah kemasan. Inisiatif ini sejalan dengan peta jalan pengurangan sampah plastik nasional yang menempatkan sektor manufaktur, layanan makanan dan minuman, serta ritel sebagai area prioritas.

Mengusung tema “Building Circular and Sustainable Systems for Everyday Products,” program ini mendorong generasi muda untuk menghadirkan solusi yang memiliki potensi implementasi dan keberlanjutan jangka panjang.

Sebanyak lebih dari 3.600 mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik di seluruh Indonesia tergabung dalam 1.355 tim dan mengikuti proses seleksi yang menitikberatkan pada kualitas ide, relevansi terhadap tantangan nasional, serta potensi implementasi.

Melalui tahapan tersebut, jumlah peserta mengerucut menjadi 20 tim finalis atau sekitar 60 mahasiswa, sebelum akhirnya dipilih lima tim terbaik yang mempresentasikan solusi mereka secara langsung pada babak final.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

45 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.