Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akademisi Unsoed Nilai Konflik Timur Tengah Bakal Uji Ketahanan Energi Indonesia

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 14:15 WIB | Oleh:
Akademisi Unsoed Nilai Konflik Timur Tengah Bakal Uji Ketahanan Energi Indonesia Doc: antara foto
Ket. Stok lpg Pertamina.

PURWOKERTO - Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Muhammad Yamin menilai konflik di Timur Tengah menjadi ujian serius bagi ketahanan energi Indonesia di tengah ketergantungan tinggi terhadap impor minyak dan volatilitas harga energi global.

"Konflik di Timur Tengah bukan hanya persoalan geopolitik regional, tetapi langsung menguji ketahanan energi Indonesia karena struktur impor kita masih sangat besar," kata Dosen Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed itu di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (3/3).

Ia mengatakan eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi memicu gangguan distribusi energi global, terutama jika berdampak pada jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Menurut dia, sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut hampir pasti mendorong lonjakan harga minyak mentah.

Bagi Indonesia yang masih mengimpor sekitar 50 persen kebutuhan minyaknya, kata dia, kondisi tersebut akan berdampak langsung pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Setiap kenaikan harga minyak dunia di atas asumsi APBN akan menambah beban subsidi dan kompensasi energi. Pemerintah berada dalam posisi dilematis antara menjaga stabilitas harga dalam negeri atau mengendalikan defisit fiskal," katanya.

Selain tekanan fiskal, kata dia, lonjakan harga energi juga berpotensi memicu inflasi karena biaya transportasi dan logistik meningkat.

Menurut dia, dampak lanjutannya berupa kenaikan harga pangan dan kebutuhan pokok yang dapat menggerus daya beli masyarakat.

Ia mengatakan gejolak energi global juga kerap diikuti tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan pasar keuangan domestik karena investor cenderung mengalihkan dana ke aset aman saat ketidakpastian meningkat.

Ia menilai situasi tersebut harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi dan memperkuat diversifikasi sumber impor minyak.

"Ketahanan energi adalah bagian dari kedaulatan ekonomi. Selama ketergantungan impor masih tinggi, setiap gejolak geopolitik global akan langsung terasa di dalam negeri," kata Yamin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.