Perang Timur Tengah Memanas, Rupiah Hari Ini Tertekan: Ekonomi RI di Ujung Ujian?
📅 Senin, 02 Mar 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis“Kombinasi dolar yang menguat dan harga energi yang naik membuat mata uang negara pengimpor energi lebih rentan tertekan, sementara arus modal lebih selektif dan premi risiko meningkat,” ucap Josua.
Bagi Indonesia, konsekuensi paling cepat terasa adalah biaya impor bahan bakar membengkak karena negara ini merupakan pengimpor bersih minyak.
Hal ini memperburuk neraca perdagangan migas, menekan rupiah, dan pada akhirnya menambah tekanan inflasi melalui kenaikan harga energi, ongkos transportasi, serta inflasi barang impor.
Pengalaman episode eskalasi sebelumnya menunjukkan pola transmisi ini, yaitu pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan imbal hasil surat berharga negara tenor 10 tahun, dan pasar saham ikut terkoreksi saat sentimen global memburuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tekanan eksternal ini kemudian berubah menjadi dilema kebijakan domestik. Jika harga minyak melonjak jauh di atas asumsi anggaran, ucap dia, pemerintah harus memilih antara menahan harga bahan bakar dengan konsekuensi subsidi membengkak atau menyesuaikan harga dengan konsekuensi inflasi lebih tinggi dan daya beli melemah.
Secara fiskal, sensitivitas besar karena setiap kenaikan 1 dolar AS pada harga minyak acuan anggaran dapat menambah belanja sekitar Rp10 triliun, sementara penerimaan hanya naik sekitar Rp3 triliun, sehingga defisit bersih berpotensi melebar.
Menimbang hal tersebut, upaya mitigasi harus dilakukan dengan menjaga stabilitas rupiah dan pasokan valas melalui langkah moneter dan penguatan pasokan devisa ekspor, sekaligus menyiapkan bantalan fiskal dan bantuan terarah bagi kelompok rentan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dalam konteks ini, ruang bantalan anggaran dan penguatan jaring pengaman sosial menjadi kunci agar guncangan energi tidak berubah menjadi perlambatan ekonomi yang lebih dalam,” ujar Josua.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.848 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.779 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!