Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jejak Timun Suri Jiput, Menyegarkan Meja Berbuka di Jakarta

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 21:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jejak Timun Suri Jiput, Menyegarkan Meja Berbuka di Jakarta Doc: ANTARA/ Mansur
Ket. Buah timun suri asal Jiput Kabupaten Pandeglang, Banten dipasok ke Jakarta, karena permintaan pasar meningkat selama Ramadhan 1447 H.

PANDEGLANG – Di hamparan lahan pertanian Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten, pagi selalu dimulai lebih awal.

Saat embun masih menggantung di daun-daun rambat, para petani sudah sibuk memetik timun suri yang matang sempurna—kulitnya kekuningan, aromanya lembut, daging buahnya segar dan manis.

Dari tangan-tangan mereka, sekitar tiga ton timun suri dikirim setiap hari menuju DKI Jakarta. Buah yang identik dengan bulan Ramadan itu menempuh perjalanan dini hari agar tiba dalam kondisi segar di pasar-pasar ibu kota.

Bagi para petani Jiput, timun suri bukan sekadar komoditas musiman, melainkan sumber penghidupan yang menggerakkan ekonomi keluarga dan desa.

Permintaan yang stabil dari Jakarta memberi napas panjang bagi mereka. Namun di balik itu, ada cerita tentang cuaca yang tak selalu bersahabat, harga yang naik-turun, hingga biaya distribusi yang kian menantang. Meski demikian, semangat tetap terjaga.

Setiap panen adalah harapan—bahwa dari ladang sederhana di Pandeglang, kesegaran timun suri bisa sampai ke meja-meja berbuka di ibu kota, menghadirkan rasa manis yang menyatukan kota dan desa.

"Kami sehari memasok buah kuning berwarna emas (timun suri) itu ke Jakarta rata-rata mencapai tiga ton per hari," kata Rohim, seorang bandar timun suri di Pandeglang, Minggu (1/3).

Produksi timun suri di wilayah Jiput Pandeglang setiap bulan suci Ramadhan menjadi andalan ekonomi masyarakat.

Menurut dia, petani menanam buah puan atau timun suri dua bulan sebelum Ramadhan dan panen pada awal puasa hingga menjelang Lebaran.

Produksi timun suri untuk seluas empat petak sawah bisa menghasilkan sebanyak satu ton dan diperkirakan dapat panen hingga puluhan hektare.

Rohim mengatakan selama 14 tahun terakhir telah menjadi pedagang timun suri, memasoknya ke sejumlah pasar di Jakarta, seperti Kebayoran, Palmerah hingga Pasar Minggu.

"Kami menampung produksi timun suri langsung dari petani dengan harga Rp4.000 per kilogram (kg)," katanya menjelaskan.

Sanukri, seorang petani timun suri di kecamatan tersebut mengaku dirinya memanen timun suri dari hasil tanam Desember 2025 dan panen Februari 2026, bertepatan dengan bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Produksi ketimun suri tersebut dipasok ke luar daerah melalui pengempul atau tangkulak yang membeli langsung di lahan pertanian. Mereka para penampung ketimun suri itu membeli ke petani Rp4.000-Rp5.000 per kg tergantung besar kecilnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.