Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Imbas Konflik Timur Tengah, Imigrasi Bali Antisipasi WNA “Overstay”

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Imbas Konflik Timur Tengah, Imigrasi Bali Antisipasi WNA “Overstay” Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah penumpang internasional mengakses layanan imigrasi di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (1/3/2026).

BADUNG –Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bali, mengantisipasi warga negara asing (WNA) melebihi izin tinggal (overstay) imbas konflik Timur Tengah yang memberi dampak gangguan penerbangan internasional.

“Kami terus memantau dinamika global ini secara intensif,” kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (01/3).

Menurut dia, warga negara asing berpotensi mengalami overstay karena terdampak pembatalan penerbangan sehingga tidak dapat meninggalkan wilayah Indonesia sesuai jadwal.

Kepada penumpang yang masa izin tinggalnya hampir atau telah berakhir akibat situasi darurat penerbangan, ia meminta WNA ini dapat segera melapor ke Kantor Imigrasi atau Pos Layanan Keimigrasian di bandara untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Penanganan akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan mempertimbangkan kondisi force majeure akibat gangguan penerbangan internasional.

Imigrasi, kata dia, memastikan setiap kasus akan ditangani secara profesional dan proporsional dengan tetap menjunjung prinsip kepastian hukum dan pelayanan publik.

Ia mengimbau kepada seluruh calon penumpang tujuan internasional, khususnya rute transit Timur Tengah untuk secara berkala memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai masing-masing serta berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara.

“Prioritas utama kami proses administrasi keimigrasian kepada penumpang tetap terlayani dengan baik dan sesuai prosedur,” ucapnya.

Imigrasi Ngurah Rai menambah jumlah personel yang bertugas dalam setiap durasi kerja (shift) yakni dari 25 orang per shift, kemudian ditambah lima orang di arus kedatangan dan keberangkatan internasional mengantisipasi lonjakan antrean.

Kemudian berkoordinasi dengan otoritas bandara, maskapai, dan instansi terkait, pengawasan terkini pergerakan rute dan aktivasi rencana kontingensi penanganan penumpang terdampak.

Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran berdampak pada jadwal penerbangan internasional, termasuk rute dari dan menuju Bali. 

Berdasarkan laporan pemantauan per 1 Maret 2026 pukul 01.00 WITA, terdapat lima penerbangan utama dari Bali yang terdampak, yakni Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963), Emirates (EK369), Qatar Airways (QR961), dan Emirates (EK399).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ariana Grande Beri Hibah Bantuan Anak-Anak Gaza

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Luar Negeri
Tiongkok Merebut Gelar Supe...
Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.